Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PELABUHAN Dermaga Tanjung Bakau menjadikan Kabupaten Pasangkayu sebagai salah satu pintu gerbang ekonomi di Sulawesi Barat. Provinsi muda ini juga telah memiliki Pelabuhan Belang-Belang yang menjadi pintu ekspor bagi pulau Sulawesi kawasan timur di Indonesia. Fasilitas yang strategis ini sangat menguntungkan, khususnya bagi pelaku agribisnis termasuk petani.
"Tidak perlu waktu lama. Setelah dipanen, diproduksi dalam waktu kurang dari satu minggu, produk olahan pertanian terkirim ke manca negara," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Ali Jamil saat melepas ekspor RBD Olein Palm sebanyak 15.000 mt senilai Rp107,5 miliar tujuan Tiongkok di Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu (27/4), seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com.
Baca juga: Sumbar Ekspor 10 Ribu Ton Bungkil Sawit ke Selandia Baru
Jamil mengapresiasi upaya yang dilakukan pelaku usaha di Pasangkayu dalam hal ini PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) yang telah menjual produk pertanian bukan dalam bentuk mentah namun diolah sebelumnya. Jamil juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah meluncurkan produk asal sawit berupa biodiesel B100.
"Ke depan, kita dukung pemerintah untuk menjadikan produk sawit sebagai sumber energi tidak saja bagi dalam negeri tapi juga dunia. Di tengah tekanan harga sawit di pasar global saat ini, ke depan peluang sebagai sumber energi, biodiesel terbuka. Hilirasi produk pertanian tentunya sangat kita dukung agar dapat memberi nilai tambah bagi pelaku industri dan juga petani," ujarnya.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju Akhmad Alfaraby menyampaikan data ekspor PT TSL yang tercatat pada sistem otomasi data karantina, IQFAST pada 2018 yakni RBD Palm Olein sebanyak 74,8 MT tujuan Tiongkok senilai Rp1,046 miliar. Sementara selama kurun waktu Januari hingga minggu ke-2 April 2019 telah melakukan 14 kali eksportasi dengan total 111,06 MT tujuan Tiongkok senilai Rp773,3 miliar. Juga eksportasi Cangkang Sawit sebanyak 8.490,695 MT senilai Rp49,7 miliar tujuan Jepang milik PT Jambi Nusantara.
Kenaikan ekspor khususnya sawit dan olahannya yang cukup signifikan terlebih setelah permasalahan Sanitary and Phytosanitary (SPS) antara Indonesia dan Tiongkok terkait sawit sehingga pintu ekspor ditutup pada 2016. Namun dengan upaya harmonisasi protokol karantina kedua negara yang berhasil dilakukan kini kembali menggeliat masuk ke Tiongkok sebagai potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar.
Sebagai komoditas wajib periksa karantina, jajaran Karantina Pertanian di Wilayah Kerja Pasangkayu melakukan tindakan karantina guna memberikan jaminan dan kesehatan produk sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor. "Sertifikat Kesehatan Tumbuhan, atau Phyosanitary Certificate (PC) akan menyertakan produk pertanian kita agar dapat diterima di pasar global," tambahnya.
Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengapresiasi program pembangunan pertanian oleh Kementan di wilayahnya. Dengan potensi utama berupa hasil perkebunan, khususnya kelapa sawit dan kakao menjadi pendapatan per kapita masyarakat di kabupaten ini Rp50 juta per tahun, paling tinggi di antara kabupaten di Sulawesi Barat lainnya yang rata-rata Rp36 juta per tahun. Berdasarkan data, komoditas pertanian unggulan ekspor lainnya adalah kambing potong, sarang burung walet, dan pisang.
Agus juga menyampaikan masih banyak potensi yang dapat digali di daerahnya, terlebih dengan adanya fasilitas strategis berupa pelabuhan dermaga sebagai pintu ekspor.
Sejalan dengan harapan Bupati Pasangkayu, pada kesempatan yang sama Kabarantan menyosialissasikan Aplikasi yang dibangun oleh Kementan melalui Barantan, I-MACE (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports).
Aplikasi ini diluncurkan oleh Menteri Pertanian di awal 2019 dan terus disosialisasikan kepada pemimpin daerah di seluruh Indonesia. Tujuan aplikasi tersebut adalah memudahkan pemerintah daerah dalam memantau potensi pertanian yang ada di daerahnya agar dapat dikembangkan lebih baik. Aplikasi berisi data potensi pertanian, update secara real time termasuk keterangan asal daerah dan tujuan negara ekspornya.
"Dalam waktu dekat, Barantan segera memberikan aplikasi IMACE agar makin meningkat jumlah, nilai dan tujuan negara ekspor dari Sulawesi Barat khususnya asal Mamuju," tutup Jamil. (X-15)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved