Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANIAN merupakan salah satu sektor terpenting bagi Indonesia. Dari bidang itu, perekonomian bisa bertumbuh, kesejahteraan masyarakat tercapai dan tingkat kemiskinan pun menyusut. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, pertanian belum dikelola secara maksimal. Bahkan, sebutan Negara Agraris pun kini bak tidak laik lagi melekat pada Indonesia.
"Kalau saya boleh memohon kepada presiden terpilih, ketika sudah saatnya nanti, kumpulkanlah semua ahli pertanian. Ajak mereka menyusun strategi, membangun kebijakan, sehingga hasil yang dicapai akan maksimal," ujar Dewan Pembina Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Kamis (25/4).
Baca juga: Buah Naga dan Manggis Siap Banjiri Pasar Tiongkok
"Kita bisa lihat sekarang kontribusi pertanian terhadap PDB itu hanya 13%. Kalau kita runut lagi sampai agroindustri, totalnya hanya 27%. Tidak sampai sepertiga dari PDB," tambahnya.
Indikator lain yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak cocok lagi disebut sebagai Negara Agraris dapat dilihat dari rasio ketersediaan lahan dan jumlah populasi yakni hanya 0,2 hektare (ha) per penduduk. Rasio itu pun diyakini akan terus berkurang mengingat pertumbuhan penduduk yang begitu cepat. Ia menekankan, hal penting yang harus dibenahi sesegera mungkin adalah data. Pemerintah harus menghentikan klaim-klaim soal surplus komoditas.
"Kita harus bijaksana, ke depan, stop klaim-klaim berlebih. Itu yang paling awal harus dilakukan," tegasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved