Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, terus menunjukkan komitmennya sebagai pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang ramah lingkungan sehingga layak untuk investasi.
Komitmen itu dilakukan dengan menanam ribuan tumbuhan langka, yakni meranti merah dan meranti batu di sekitar lokasi PLTA Batang Toru, di Sipirok, Sumatra Utara, Senin (22/4) lalu.
Penanaman yang dilakukan PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) dalam kaitan Hari Bumi Sedunia 2019 itu dihadiri oleh Vice President of Communications & Social Affairs PT NSHE Firman Taufick, Wakil Bupati Tapanuli Selatan Aswin Siregar, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Syawaluddin, dan elemen masyarakat Tapanuli Selatan.
Sesuai keterangan resminya, Firman mengatakan aksi itu sebagai tindakan nyata dalam melestarikan lingkungan dan melindungi bumi dari ancaman perubahan iklim (climate change). Terlebih, pohon meranti merah dan meranti batu merupakan spesies yang terancam punah.
Selain penanaman tumbuhan langka, NSHE juga bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dalam membantu peningkatan kapasitas pengetahuan bagi mahasiswa dan akademisi dalam isu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Sebelumnya, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Wiratno juga memastikan pembangunan PLTA Batangtoru aman dan tidak mengganggu keberadaan orang utan dan satwa liar lainnya. Itu sekaligus membantah kampanye sejumlah LSM bahwa pembangunan PLTA mengancam kehidupan orang utan dan satwa liar lainnya di Batangtoru.
PLTA Batangtoru dirancang memiliki kapasitas 510 Mw. Dengan bertipe peaker, PLTA Batangtoru nantinya menjadi andalan ketika jaringan listrik Sumatra menghadapi beban puncak. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved