Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Laba BRI dan BNI Tumbuh Double Digit

Atalya Puspa
25/4/2019 01:45
Laba BRI dan BNI Tumbuh Double Digit
Warga melintas di salah cabang BRI di Jakarta(MI/M. Irfan)

DUA bank badan usaha milik negara (BUMN), PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, mencatatkan pertumbuhan laba hingga double digit.

Bank BRI mengantongi laba bersih konsolidasi sebesar Rp8,2 triliun pada triwulan I 2019 atau tumbuh 10,43% secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan BNI mencetak laba bersih pada triwulan I 2019 sebesar Rp4,08 triliun atau tumbuh 11,5%.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan peningkatan laba turut mengerek kenaikan aset secara konsolidasi BRI beserta anak perusahaannya hingga Rp1.279,86 triliun atau naik 14,35% secara tahunan (yoy).

Ia menjelaskan perolehan laba disokong oleh penyalur­an kredit yang tumbuh 12,9% (yoy) atau di atas rata-rata industri perbankan nasional, dan kontribusi dari pendapatan berbasis komisi sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 16,49% (yoy).

“Di antara kredit itu, kredit mikro tumbuh sekitar 13,17% (yoy), kredit konsumer tumbuh 9,63% (yoy), kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47% (yoy), dan kredit korporasi tumbuh 14,15% (yoy),” ungkap Sunarso, di Jakarta, kemarin.
Kredit mikro BRI masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI dengan segmen 33,21% dari seluruh portofolio pinjaman. Angka itu naik ketimbang Maret 2018 sebesar 33,13%.

Dengan pertumbuhan kredit di 12,9%, emiten bersandi BBRI itu menjaga rasio kredit bermasalah di 2,41% pada akhir triwulan I 2019 atau lebih rendah jika dibandingkan dengan akhir Maret 2018 sebesar 2,46%.

Sementara itu, penghimpun­an dana pihak ketiga (DPK) pada akhir triwulan I 2019 tumbuh 13,18% (yoy) menjadi Rp936,03 triliun dari Rp827,06 triliun pada triwulan I 2018. “Komposisi dana murah (CASA) menjadi penopang utama DPK BRI, yakni tumbuh 14,01% (yoy) sehingga kini komposisi CASA BRI menjadi 56,28%,” tutup Sunarso.

Korporasi dan BUMN
Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah menyatakan laba bersih Bank BNI yang tumbuh 11,05% pada triwulan I 2019 ketimbang periode sama 2018 sebesar Rp3,66 triliun karena ditopang pertumbuhan pe­nyaluran kredit perseroan.

Kredit BNI pada triwulan pertama 2019 tumbuh sebesar 18,6% (yoy), yaitu dari Rp439,46 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp521,35 triliun pada akhir Maret 2019.

Dengan meningkatnya penyaluran kredit, pendapatan bunga naik 12,1% (yoy) sehingga pendapatan bunga bersih tumbuh dari Rp8,5 trili­un pada Maret 2018 menjadi Rp8,86 triliun pada Maret 2019 atau tumbuh 4,3% (yoy).

Endang menjelaskan pertumbuhan kredit BNI didorong oleh penyaluran kredit korporasi swasta yang tumbuh 23,3% (yoy) dari Rp132,67 triliun pada Maret 2018 menjadi Rp163,61 triliun pada Maret 2019. Kredit yang disalurkan kepada badan usaha milik negara juga tumbuh 26,7% (yoy) dari Rp83,41 triliun­ pada Maret 2018 menjadi Rp105,72 triliun pada Maret 2019.

“Kedua segmen ini berkontribusi 51,7% atas total kredit BNI dengan pembiayaan pada sektor-sektor unggulan, terutama sektor manufaktur dan infrastruktur. Penyaluran kredit ke sektor manufaktur meningkat 17,5% dan infrastruktur tumbuh 10,3%,” pungkas Endang. (*/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya