Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG datangnya bulan suci Ramadan, Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Dengan begitu, umat Islam bisa menjalan-kan ibadah puasa tanpa dipusingkan dengan masalah hidup sehari-hari.
‘’Ini sudah rutin kita lakukan. Mengingatkan agar stabilitas harga pangan pokok dicek, dikontrol, agar tidak terjadi lonjakan harga sehingga umat Islam bisa menjalankan ibadah puasanya, menyongsong Lebaran dengan tenang,’’ kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna membahas ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).
“Saya mengingatkan agar yang berkaitan dengan stabilitas ketersediaan, harga-harga bahan pokok, betul-betul dikontrol agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga,” imbuh Jokowi.
Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama puasa harus dipastikan agar dapat terjangkau dengan mudah oleh masyarakat. Dia juga meminta bawahannya, yakni para menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepada Badan Intelijen Negara untuk menjaga stabilitas keamanan dan keter-tiban pasca-Pemilu 2019.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahja Widayanti mengatakan ketersediaan dan harga sebagian besar bahan pangan strategis dalam kondisi aman menjelang Ramadan kali ini. Hal itu dia diungkapkan setelah melihat langsung dengan mengunjungi pasar-pasar di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara pada Senin (22/4).
Hanya saja, ucap Tjahja, ada dua komoditas yang mengalami eskalasi harga yakni bawang merah dan bawang putih. Kenaikan harga bawang merah terjadi karena panjangnya proses tata niaga. Para pedagang kerap membawa bawang merah jauh dari lokasi sentra produksi sehingga membuat biaya menjadi tinggi dan harga menjadi naik.
Untuk mengatasi persoalan itu, Kemendag telah berkoordinasi dengan dinas perdagangan di seluruh daerah untuk membangun sistem pemantauan bahan pangan. “Ketika ada daerah yang mengalami lonjakan harga, stok berkurang, nanti kami sambungkan langsung dengan daerah yang surplus dan diprioritaskan yang lokasinya terdekat. Jadi barang bisa langsung dipasok dengan cepat,” ujar Tjahja.
Untuk bawang putih, Kemendag telah meminta para importir mengeluarkan stok sisa impor tahun lalu. Stok itu dijual langsung kepada pedagang eceran di pasar seharga Rp20 ribu per kilogram sehingga diharapkan tidak akan melebihi Rp32 ribu/kg ketika sampai di konsumen. (Nur/Pra)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved