Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Presiden Ingin Kurangi Biaya Belanja Barang

(Nur/E-2)
24/4/2019 00:30
Presiden Ingin Kurangi Biaya Belanja Barang
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) berbincang dengan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) disela-sela Sidang Kabinet Paripurna(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh sampai 5,6% di 2020. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai sidang kabinet paripurna yang membahas ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020.

“Untuk awal ini, kita ber-asumsi pertumbuhan ekonomi akan berkisar 5,3%-5,6%. Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6%. Inflasi masih akan tetap terjaga di 2%-4%, suku bunga 5%-5,3%,” kata Sri Mulyani saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).

Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sambung dia, pemerintah akan menggunakan range yang masih lebar. Pasalnya, saat ini nilai tukar rupiah di kisaran 14.000 per dolar AS, sementara asumsi nilai tukar rupiah tahun ini di angka 15.000 per dolar AS.

“Harga minyak kita masih US$60-US$70 per barel dan juga untuk lifting migas kira-kira setara dengan yang selama ini masih diproduksi meskipun angkanya masih dalam range,” papar Menkeu.

Dalam sidang kabinet yang digelar di Ruang Garuda Istana Bogor itu, poin utama yang ditekankan ialah belanja modal yang diperkuat dan ditingkatkan. “Semua kementerian harus bisa memaksa organi-sasinya agar penyerapan anggarannya betul-betul bisa direalisasikan,” ujar Sri Mulyani.

Presiden Jokowi juga meminta kementerian dan lembaga mengurangi belanja barang sebanyak-banyaknya.  Hal itu dilakukan agar anggaran bisa fokus untuk kebijakan pembangunan terutama belanja modal dan yang berkaitan dengan SDM dan infrastruktur.

Tak hanya itu, Presiden juga meminta dilakukan efisiensi birokrasi untuk mendorong investasi dan ekspor melalui berbagai insentif. Hal itu ­untuk memberikan kemudahan kepada investor.
“Sekarang ini belanja barang bisa sampai Rp290 triliun. Jadi nanti kita lihat space ini, pasti dialihkan untuk belanja modal,” jelas dia. (Nur/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya