Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Dana Asing Masuk Rp85 Triliun

(Ata/Ant/E-1)
23/4/2019 05:00
Dana Asing Masuk Rp85 Triliun
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman(ANTARA)

PEMERINTAH mencatat dana asing mencapai Rp85 triliun masuk ke pasar keuangan Indonesia pada triwulan pertama 2019.

Tren itu akan terus berlanjut seiring dengan kelancaran pelaksanaan pemilihan umum pada 17 April lalu. Adanya riak dalam penetapan pemenang pemilu tidak sampai menggangu keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, kondisi fundamen ekonomi hingga neraca pembayaran masih terkendali.

“Kalau lihat obligasi kita fakta penting itu satu, yakni  kondisi fundamen ekonomi sendiri. Kondisi makro neraca perdagangan, kondisi fiskal jadi faktor penting pasar obligasi kita,” tutur Luky di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/4).

Dana asing  masuk tercatat Rp10 triliun di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan di Surat Berharga Negara (SBN) Rp75 triliun.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai ­pemilu yang berlangsung damai dan kondusif diiri­ngi dengan hasil yang tidak mengejutkan pasar akan suportif bagi pasar obligasi.

“Hilangnya ketidakpastian politik dapat mendorong dana masuk baik dari investor domestik maupun global,” kata Director Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula.
Di sisi lain, pelemahan rupiah ke level 14.093 per dolar AS kemarin merupakan aksi profit taking  setelah empat hari berturut-turut menguat.

“Sejalan dengan aksi ­profit taking yang dilakukan pelaku pasar, rupiah memangkas penguatannya dan menutup perdagangan minggu lalu di level 14.045 per dolar AS,” kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede.
Meskipun begitu, Josua mengungkapkan rupiah masih berpeluang besar untuk menguat, mengingat sentimen positif datang dari dalam dan juga luar negeri.

“Dengan mempertimbangkan sentimen positif dari hasil quick count pilpres, serta rilis data ekonomi AS yang bervariasi, nilai tukar rupiah diperkirakan stabil di rentang 14.000-14.100 per dolar AS,” tandasnya. (Ata/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya