Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan Indonesia bakal mengalami bonus demografi pada 2030. Tingginya populasi produktif tersebut diyakini dapat memberikan efek positif terhadap daya saing bangsa. Oleh karena itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan pihak terkait untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) menyongsong era bonus demografi tersebut.
Ekonom Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengungkapkan ada beberapa cara yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, seperti memperbaiki sistem pendidikan dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak.
Sistem pendidikan yang harus diperbaiki yaitu mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. “Kalau SD itu harus diajari logika dan bahasa. Itu kemampuan dasar untuk menjadi pimpinan ataupun team leader agar bisa ber-koordinasi,” kata Ari yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Selain logika dan bahasa, para siswa juga perlu diajari tentang kemampuan untuk membuat konsep dan berargumen.
Ari menilai kele-mahan pendidikan vokasi ialah mata pelajaran umum lebih mendominasi jika dibandingkan dengan mata pelajaran produksi. “Nah komposisinya itu mesti diubah.”
Ari mengungkapkan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya juga dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kualitas SDM. Fasilitas seperti laboraturium dengan sarana yang menunjang turut memenga-ruhi kemampuan siswa.
“Perguruan tinggi kita itu terlalu birokratis sehingga semua penelitian-penelitian yang harusnya berguna untuk industri itu hanya digunakan untuk naik pangkat,” katanya.
Dia menambahkan perguruan tinggi sebaiknya dikelola seperti halnya korporasi sehingga mahasiswa bisa mengetahui berbagai peluang untuk berkembang.
Cara lain yang disarankan Ari ialah melalui kolaborasi dengan negara-negara yang sudah maju.
“Misalnya Jepang membutuhkan tukang las, suster, kemudian dosen-dosen. Nah kolaborasi, mereka (Jepang) mau memberikan misalnya visa untuk 5 tahun kerja di sana kemudian balik lagi (ke Indonesia). Selama kerja di sana kita juga dapat ilmu,” terangnya.
Indonesia Timur
Pentingnya kolaborasi untuk menyiapkan SDM juga ditekankan ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal. Selain itu, kata dia, pemerintah perlu membenahi kurikulum yang ada di politeknik atau universitas. Menurutnya, kurikulum yang ada harus sesuai dengan kebutuhan industri. “Selama ini kan terkesan terpisah,” imbuhnya.
Lain halnya pendapat ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira.
Dia berpendapat pemerintah se-baiknya juga melihat potensi kawasan Indonesia Timur sehingga pertumbuhan ekonomi akan berkualitas dan merata.
“Dengan mengelola bonus demografi diharapkan menumbuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi digital dan pariwisata,” kata Bhima, kemarin. (*/Ata/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved