Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBAIKAN di sektor industri perlu dilakukan pemerintah dalam rangka menggenjot perekonomian Indonesia di angka 6%.
Hal itu dikatakan Ekonom Universitas Indonesia Ari Kuncoro saat menanggapi pernyataan Moody's Investors Service yang menyampaikan bahwa menurut perhitungan IMF Indonesia bisa mencapai pertumbuhan PDB riil sebesar 6,5% di 2022.
"Pertama adalah perbaikan dari sektor industri. Kita itu (industri) yang tengahnya kosong. Industri hulu, misalnya mobil meningkatkan produksinya, itu sebagian besar komponen mesinnya harus impor," kata Ari saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (19/4).
Bila impor tinggi sementara ekspor sedang tidak baik, lanjut dia, itu akan membuat defisit neraca perdagangan meningkat.
Jika demikian, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan melemah. "Nah, kurs melemah akan mengerem pertumbuhan lagi," ucapnya.
Untuk itu, industri menengah perlu dibuat di Indonesia. Dengan begitu, impor bisa ditekan. "Misalnya, produsen sekrup, mur dan lainnya ada di kita, itu mungkin pertumbuhan (ekonomi) yang tinggi tidak segera membuat neraca perdagangan memburuk," terangnya.
Selain itu, kata Ari, pemerintah juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Baca juga : Moody's: Kemenangan Jokowi Baik bagi Kelangsungan Kebijakan
Jika kualitas SDM ditingkatkan, Indonesia akan memiliki SDM baik untuk melakukan koordinasi dengan negara lain maupun melakukan riset dan pengembangan (research and development).
Ia mencontohkan mengapa sebagian pabrik Honda atau Toyota ada di Thailand. Itu karena mereka memiliki SDM yang bisa berkoordinasi dengan headquarter-nya di Jepang.
"Kalau itu ada di kita, itu menyebabkan sebagian besar dari supply chain atau rantai pasok itu ada di kita. Efeknya sama yaitu meningkatkan ekspor dan sekaligus impor yang selama ini ada itu berhasil dikurangi karena ada di kita semua. Jadi, harus ada peningkatan kualitas SDM," tegasnya.
Namun, menurut dia, hal tersebut masih belum cukup. Ia mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM tersebut juga harus bergerak ke sektor jasa.
"Di mana agen travel kita lebih gesit untuk mendatangkan turis dan juga bisa menawarkan wisatawan Indonesia untuk berlibur di dalam negeri, bukan ke luar negeri. Itu perlu SDM juga. Kalau itu yang terjadi, (pertumbuhan ekonomi) itu bisa sekitar 6%," tandasnya. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved