Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sikap Anti Asing tidak Kompatibel Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Mediaindonesia.com
12/4/2019 22:55
Sikap Anti Asing tidak Kompatibel Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Dosen FEB UGM Denni Puspa Purbasari(Ist)

DOSEN Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Denni Puspa Purbasari, meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melesat lebih tinggi lagi.

Asalkan, kata dia, pemerintah terus membenahi infrastruktur, sumber daya manusia, dan kualitas institusi, baik itu regulasi maupun iklim berusaha atau investasi.

"Sejurus dengan itu daya beli masyarakat dijaga dengan tetap menjaga inflasi rendah di kisaran 3% dan memastikan adanya perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu," ujarnya, Jumat (12/4).

Menurut Denni, investasi membutuhkan pembiayaan. Karena tabungan domestik terbatas, maka mau tidak mau Indonesia perlu modal asing, baik portfolio maupun FDI atau investasi asing langsung (PMA).


Baca juga: Kemenperin Genjot 5 Sektor Demi Tingkatkan Industri Manufaktur


"Sikap anti asing jelas tidak akan kompatibel dengan keinginan untuk tumbuh tinggi," tegasnya.

Ia percaya meski Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global, tidak akan berpengaruh banyak bagi perekonomian dalam negeri.

Pemerintah, kata dia,  mengasumsikan pertumbuhan ekonomi dalam APBN 4,3%. Dengan perlambatan ekonomi global diperkirakan antara 4,2-4,3%.

"Permintaan domestik kuat didorong oleh konsumsi dan investasi. Konsumsi naik karena selain inflasi rendah juga ada kenaikan gaji pokok, pensiun pokok, THR bagi pegawai aktif, THR bagi pensiunan dan gaji ke-13. Total 30 triliun lebih," ujarnya.

Selain itu, lanjut Denni, investasi diperkirakan juga masih tinggi karena prospek ekonomi Indonesia masih baik di atas 5%. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya