Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BRI Mengajak Debitur untuk Go Public

Atalya Puspa
11/4/2019 02:30
BRI Mengajak Debitur untuk Go Public
Suasana perbankan dikantor cabang BRI(ANTARA FOTO/Yudhi )

PT Bank Rakyat Indo­nesia mengajak debiturnya untuk memanfaatkan pasar mo­dal sebagai salah satu sumber pendanaan.

Dalam Workshop Go Public Bersama BRI Group  bertema Akselerasi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan melalui IPO saham, BRI memaparkan kepada 70 debitur BRI Group mengenai keuntungan masuk ke pasar modal.

Tidak hanya dari sisi pen­dana­an, keuntungan masuk pasar modal juga untuk dapat tumbuh berkelanjutan.

Kegiatan yang turut dihadiri Direktur Ritel dan Menengah Bank BRI Supari bersama Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo itu terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan.  

Di antaranya diskusi panel dan tanya jawab serta presen­tasi dari SEVP Treasury and Global Services Bank BRI Lis­tiarini Dewajanti, ekonom Bank BRI Anton Hendranata, Direktur Investment Banking Capital Market Danareksa Se­kuritas Boumediene H Si­­hombing, Senior Partner Ma­­kes & Partner Law Firm Iwan Setiawan serta Owner PT Hartadinata Abadi Tbk Ferriyadi Hartadinata.

Direktur BRI Supari menyatakan Bank BRI mendukung program BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di lantai bursa.

“Dengan adanya acara ini, kami harap dapat meningkat­kan awareness mengenai manfaat go public, khususnya bagi debitur yang belum go public. Disamping itu, Bank BRI berupaya untuk membe­rikan added value terkait pela­­yanan pasar modal yang dapat diberikan BRI Group kepada nasabah melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya.

Saat ini, BRI Group memiliki layanan keuangan yang terintegrasi kepada debitur terkait pelayanan pasar modal yang dapat dimanfaatkan nasabah, khususnya dengan hadirnya PT Danareksa Sekuritas yang sudah menjadi bagian dari Bank BRI.

Di samping Danareksa Sekuritas, saat ini Bank BRI telah memiliki beberapa perusahaan anak, di antaranya BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Agro, BRI Remittance, dan BRI Ventures.

Dari tujuh perusahaan anak yang dimiliki Bank BRI, BRI Syariah telah melakukan initial public offering (IPO) pada Mei 2018. Terbukti, setelah IPO itu, kinerja BRI Syariah pun semakin meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan per 2018, BRI Syariah berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 106,6 miliar, naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp101 miliar.

Adapun untuk aset tumbuh sebesar 20,20% menjadi Rp37,91 di triliun pada akhir 2018 dari Rp31,54 triliun di 2017.
IPO Traveloka
Selain debitur dan pembayar pajak, BEI sebelumnya ju­ga mengincar para  unicorn Indonesia untuk go public.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyata­kan bahwa Traveloka merupa­kan perusahaan startup ber­sta­tus unicorn yang telah ber­diskusi dengan pihaknya langsung mengenai IPO.

“Saya sudah diskusi dengan salah satu unicorn (Travelo­ka). Mereka tertarik untuk go public di bursa,” kata Nyoman.  

Meskipun begitu, Nyoman be­lum dapat memastikan kapan Traveloka akan melantai di bursa. Pasalnya, terdapat be­berapa poin yang masih menjadi bahan diskusi. Salah satunya mengenai aturan perpajakan.

Saat dihubungi secara terpisah, Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu me­nyatakan Traveloka sendi­ri menganggap IPO di bursa saham merupakan sebuah aksi positif bagi mereka.

Meskipun demikian, pi­haknya belum memiliki rencana terkait dengan pembu­ka­an IPO di bursa saham dalam waktu dekat. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya