Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia mengajak debiturnya untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan.
Dalam Workshop Go Public Bersama BRI Group bertema Akselerasi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan melalui IPO saham, BRI memaparkan kepada 70 debitur BRI Group mengenai keuntungan masuk ke pasar modal.
Tidak hanya dari sisi pendanaan, keuntungan masuk pasar modal juga untuk dapat tumbuh berkelanjutan.
Kegiatan yang turut dihadiri Direktur Ritel dan Menengah Bank BRI Supari bersama Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo itu terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan.
Di antaranya diskusi panel dan tanya jawab serta presentasi dari SEVP Treasury and Global Services Bank BRI Listiarini Dewajanti, ekonom Bank BRI Anton Hendranata, Direktur Investment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas Boumediene H Sihombing, Senior Partner Makes & Partner Law Firm Iwan Setiawan serta Owner PT Hartadinata Abadi Tbk Ferriyadi Hartadinata.
Direktur BRI Supari menyatakan Bank BRI mendukung program BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di lantai bursa.
“Dengan adanya acara ini, kami harap dapat meningkatkan awareness mengenai manfaat go public, khususnya bagi debitur yang belum go public. Disamping itu, Bank BRI berupaya untuk memberikan added value terkait pelayanan pasar modal yang dapat diberikan BRI Group kepada nasabah melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya.
Saat ini, BRI Group memiliki layanan keuangan yang terintegrasi kepada debitur terkait pelayanan pasar modal yang dapat dimanfaatkan nasabah, khususnya dengan hadirnya PT Danareksa Sekuritas yang sudah menjadi bagian dari Bank BRI.
Di samping Danareksa Sekuritas, saat ini Bank BRI telah memiliki beberapa perusahaan anak, di antaranya BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Agro, BRI Remittance, dan BRI Ventures.
Dari tujuh perusahaan anak yang dimiliki Bank BRI, BRI Syariah telah melakukan initial public offering (IPO) pada Mei 2018. Terbukti, setelah IPO itu, kinerja BRI Syariah pun semakin meningkat.
Berdasarkan laporan keuangan per 2018, BRI Syariah berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 106,6 miliar, naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp101 miliar.
Adapun untuk aset tumbuh sebesar 20,20% menjadi Rp37,91 di triliun pada akhir 2018 dari Rp31,54 triliun di 2017.
IPO Traveloka
Selain debitur dan pembayar pajak, BEI sebelumnya juga mengincar para unicorn Indonesia untuk go public.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyatakan bahwa Traveloka merupakan perusahaan startup berstatus unicorn yang telah berdiskusi dengan pihaknya langsung mengenai IPO.
“Saya sudah diskusi dengan salah satu unicorn (Traveloka). Mereka tertarik untuk go public di bursa,” kata Nyoman.
Meskipun begitu, Nyoman belum dapat memastikan kapan Traveloka akan melantai di bursa. Pasalnya, terdapat beberapa poin yang masih menjadi bahan diskusi. Salah satunya mengenai aturan perpajakan.
Saat dihubungi secara terpisah, Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu menyatakan Traveloka sendiri menganggap IPO di bursa saham merupakan sebuah aksi positif bagi mereka.
Meskipun demikian, pihaknya belum memiliki rencana terkait dengan pembukaan IPO di bursa saham dalam waktu dekat. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved