Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pasar Murah Pupuk Bantu Panen Petani Jadi Optimal

(Dik/E-1)
11/4/2019 02:15
Pasar Murah Pupuk Bantu Panen Petani Jadi Optimal
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno(MI/Eva Pardiana )

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyampaikan kehadiran pasar murah khusus pupuk nonsubsidi dalam rangkaian ulang tahun ke-21 Kementerian BUMN bisa membantu pe­tani dalam meraih hasil panen yang optimal.

“Tentunya harapan kami ini akan membantu petani. Semoga dengan program (pasar mu­rah) ini, hasil panen petani semakin banyak,” ungkap Rini di sela-sela program pasar murah yang digelar PT Pupuk Indonesia (persero) di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (10/4).

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dan Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana.

Rini menyampaikan prog­ram pasar murah khusus pupuk nonsubsidi ini juga sebagai bentuk kegiatan berbagi langsung dengan masyarakat atas capaian BUMN yang positif.

“Total akan ada 10 ribu ton pupuk untuk para petani dalam program pasar murah ini di sekitar enam titik di seluruh Indonesia,” ucap Rini.

Direktur Utama Pupuk Indo­nesia Aas Asikin Idat mengung­kapkan pasar murah khusus pupuk nonsubsidi digelar karena pihaknya menyadari masih ada petani yang belum bisa memperoleh pupuk bersubsidi karena berbagai se­bab. Di antaranya belum ter­gabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan), atau belum me­nyu­sun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) atau alokasi di daerah yang ma­sih terbatas.

Karena itu, dengan memperkenalkan pupuk nonsubsi­di, Pupuk Indonesia berharap dapat menjadi salah satu alter­natif pilihan pupuk bagi petani.

“Kami ingin memastikan pu­puk nonsubsidi ini selalu tersedia sehingga petani tetap dapat memperoleh pupuk bila dibutuhkan,” tegasnya.

Pada pasar murah itu, total pupuk yang disediakan bagi para petani mencapai masing-masing 500 ton urea dan 500 ton NPK.

Produk nonsubsidi tersebut dijual dengan harga Rp1.000/kg untuk urea dari harga normal Rp5.000/kg, serta Rp1.300/kg untuk pupuk NPK dari harga normal Rp6.500/kg.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Lak­sana menambahkan pasar murah khusus pupuk nonsub­sidi menjadi  bagian dari pera­yaan HUT ke-7 holding Pupuk Indonesia yang didukung anak-anak usaha yaitu PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pu­puk Kujang, dan PT Pupuk Is­kandar Muda. (Dik/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya