Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Wisata Halal Ditargetkan Sumbang Devisa 25%

Dhika Kusuma Winata
09/4/2019 18:45
Wisata Halal Ditargetkan Sumbang Devisa 25%
Menteri Pariwisata Arief Yahya(ANTARA/Feny Selly)

MENTERI Pariwisata Arief Yahya menargetkan sumbangan devisa dari pariwisata halal bisa berkontribusi sebesar 25% dari target devisa pariwisata keseluruhan yang tahun ini dipatok US$20 miliar.

"Devisa dari kunjungan wisman ke destinasi halal posisinya tahun lalu 20%. Target untuk tahun ini sekitar 25%," kata Menpar Arief seusai peluncuran laporan Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, di Jakarta, Selasa (9/4).

Baca juga: Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik 2019

Ia optimistis target itu bisa tercapai. Pasalnya, imbuh Menpar, dari segi fasilitas seperti kemudahan, visa, bandara, dan layanan komunikasi, destinasi halal di Tanah Air telah berkembang pesat. Begitu juga dengan kemudahan lainnya seperti tempat ibadah dan makanan halal.

Hingga saat ini, kata Arief, baru tiga provinsi yang menetapkan diri sebagai destinasi halal, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, dan Sumatra Barat. Sejumlah provinsi lain yang potensial menjadi destinasi wisata halal ialah Riau dan Jawa Barat.

"Masing-masing ditetapkan sendiri oleh provinsi. Kita mendorong daerah lain menetapkannya tapi intinya kita serahkan ke pemerintah daerah masing-masing," imbuh Arief.

Baca juga: Pemerintah Perlu Waspadai 4 Hal Hingga Akhir 2019

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, Indonesia berpeluang menjadi pemain besar wisata halal dunia dan mendatangkan devisa besar.

Ia mengatakan, untuk kunjungan wisman wisata halal tahun ini ditargetkan mencapai 5 juta wisman atau 25% dari target 20 juta wisman pada 2019. Selain target wisman dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, Indonesia juga mengincar wisman Timur Tengah yang rata-rata pengeluarannya dalam sekali perjalanan bisa mencapai US$20.000. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya