Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Importir Umum Bisa Gantikan Bulog

(Pra/Sat/E-1)
09/4/2019 03:30
Importir Umum Bisa Gantikan Bulog
Buruh mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

SENGKARUT  impor bawang putih oleh Perum Bulog dapat diakhiri seiring dengan telah keluarnya Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RPIH) bagi 8 importir umum dengan volume 90 ribu ton.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan angka tersebut masih akan terus bertambah karena dalam waktu dekat akan ada RIPH lagi yang akan diterbitkan untuk beberapa importir.

Pihaknya tidak bisa menge-luarkan RIPH segera pada awal tahun karena masih sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk diproses.

“Awal tahun juga para ­pengusaha masih menyiapkan untuk tanamnya,” ujar Suwandi kepada Media Indonesia, Senin (8/4).

Masalah penugasan impor bawang putih kepada Perum Bulog telah menimbulkan polemik tersendiri. Sebab, penugasan itu memberikan keistimewaan bagi Bulog untuk bisa melakukan impor bawang putih tanpa perlu melakukan wajib tanam seperti yang diwajibkan kepada importir umum lainnya.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai bahwa kebijakan itu apabila dilaksanakan berpotensi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan  penugasan terhadap Bulog itu menimbulkan anggapan ada praktik ekonomi rente. Sebab, Bulog dapat menunjuk importir lain yang akan melaksanakan penugasan itu.

Hingga saat ini proses impor bawang putih oleh Bulog bisa dilaksanakan. Sebab, Bulog terkendala dengan surat penugasan dari Kementerian BUMN dan juga rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto telah mengatakan tidak akan mengeluarkan izin impor bawang putih dalam waktu dekat ini karena petani sudah menanam bawang putih. (Pra/Sat/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya