Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kemendag Bantu Petani Pasarkan Beras Organik

Andhika Prasetyo
06/4/2019 16:00
Kemendag Bantu Petani Pasarkan Beras Organik
Sejumlah warga memerhatikan beras organik yang diproduksi kelompok tani di Desa Wasponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.(ANTARA/Basri Marzuki)

KEMENTERIAN Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, sepakat mempromosikan beras organik sebagai komoditas unggulan ekspor dari daerah tersebut.

Kerja sama itu dilakukan mengingat besarnya potensi dan peluang Serdang Bedagai untuk menjadi produsen beras organik terkemuka di ASEAN.

Sebagian besar lahan pertanian di wilayah itu dapat menghasilkan produk asli yang tergolong organik. Selama ini, Serdang Bedagai juga telah dikenal sebagai kabupaten yang menghasilkan beras organik kualitas unggul yaitu Sri Wangi.

"Dengan potensi itu, kita ingin bawa produk yang ada ke pasar yang lebih luas lagi, tidak hanya domestik tetapi juga internasional," ujar Direktur Jenderal PEN Kemendag Arlinda melalui keterangan resmi, Sabtu (6/4).

Ia meyebutkan pasar produk organik dunia terus tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir dengan laju pertumbuhan sebesar 15% per tahun.

Pada 2017, pasar produk organik dunia tercatat mencapai 92 milliar euro. Sementara, Indonesia baru menggarap 0,4% dari total pasar tersebut.

"Dengan total lahan organik seluas 208 ribu hektare (ha), Indonesia belum mampu menjadi 10 besar negara yang menembus pangsa pasar di tingkat Asia. Ini sangat disayangkan dan harus diperbaiki ke depannya," tegas Arlinda.

Baca juga: Meski Harga Turun Serapan Bulog Minim

Ia pun berjanji menyertakan produk-produk organik asal Serdang Bedagai dan daerah-daerah lainnya dalam Trade Expo Indonesia 2019. Dengan demikian diharapkan akan ada banyak pembeli potensial yang menjalin kontrak kerja sama dengan produk-produk tersebut.

Adapun, Bupati Serdang Bedagai Soekirman menyampaikan pihaknya mempunyai komitmen dalam mengembangkan pertanian organik dan sangat aktif untuk mempromosikan komoditas tersebut.

Namun, tentu saja ia membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk turut serta dalam pengembangan terutama dalam hal sertifikasi san teknik usaha tani.

"Kami juga butuh bantuan untuk memasarkan produk-produk di pasar internasional," ucap Soekirman.

Pemerintah Kabupaten Sergai sedianya telah menjadi salah satu anggota Asia Local Government For Organic Agriculture (ALGOA) yang berpusat di Korea Selatan.

Melalui keanggotaan itu, Soekirman mengatakan pihaknya bisa belajar membangun gerakan pertanian yang sejajar dengan petani organik di negara-negara maju seperti Jepang. ALGOA sendiri beranggotakan 18 negara, antara lain Australia, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan pertanian organik karena memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan memberikan taraf perekonomian yang lebih baik," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya