Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan bagi perekonomian nasional lantaran memiliki kontribusi besar dalam kegiatan ekspor.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekspor produk perhiasan Indonesia mencapai US$2,05 miliar sepanjang 2018. Singapura, Swiss, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab menjadi negara-negara tujuan utama.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat kesembilan dunia sebagai eksportir perhiasan dengan pangsa pasar lebih dari 4%.
Melihat potensi yang sangat baik itu, Kemenperin mendorong industri kecil dan menengah (IKM) untuk turut serta terlibat lebih banyak di dalam sektor tersebut.
"Kami ingin pelaku IKM perhiasan nasional ikut terlibat dalam pameran-pameran yang berskala internasional. Salah satunya pada ajang Jakarta International Jewellery Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesai (APEPI) pada tanggal 4-7 April 2019 di Jakarta Convention Center," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan resmi, Jumat (5/4).
Baca juga: Pameran Perhiasan Selalu Diburu Konsumen
Dengan mengikuti pameran bertaraf internasional, para pelaku usaha akan bertemu dengan para pembeli-pembeli potensial dari berbagai negara sehingga peluang untuk membuka akses pasar yang lebih besar menjadi terbuka lebar.
Kemenperin sendiri memfasilitasi 30 IKM perhiasan yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mataram, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Martapura, Demak, Bandung, Bogor, Banten, Aceh, Solo, Papua Barat, Bengkulu dan Jakarta.
Ia pun optimistis, dengan gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik. (OL-7)
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved