Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PLN Jawa Bagian Barat Bidik Penghematan Rp1,3 T

Sat/E-3
30/3/2019 03:00
PLN Jawa Bagian Barat Bidik Penghematan Rp1,3 T
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315MW(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) dengan wilayah tugas Jawa bagian Barat (JBB) membidik penghematan anggaran senilai Rp1,3 triliun pada 2019 dari dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang kini sedang dikerjakan, yakni PLTU Jawa 7 dan PLTU Lontar unit 4.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan hal itu bisa terpenuhi asalkan kedua pengerjaan PLTU selesai tepat waktu. Tenggat waktu pembangunan PLTU Jawa 7 unit 1 diperkirakan maju selama enam bulan dari perkiraan awal atau selesai pada Oktober 2019.

“Ini membuat PLN akan menghemat anggaran Rp1 triliun. Adapun, PLTU Lontar di Kabupaten Tangerang bakal memberikan efisiensi anggaran Rp300 miliar jika rampung pada September 2019,” ujar Haryanto di sela peninjauan PLTU Lontar unit 4 di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (29/3).

Dia menyebutkan makin cepat penyelesaian pembangunan PLTU, keuntungan PLN kian besar. Terlebih, PLTU merupakan produsen sumber daya listrik yang murah ketimbang pembangkit listrik dari minyak bumi atau gas.

Dia menjabarkan biaya produksi PLTU Jawa 7 yang berkapasitas 2.000 Mw hanya berkisar Rp585 per kWh, sedangkan PLTU Lontar yang berkapasitas lebih kecil berada di angka 680 per kWh.

“Bandingkan dengan kalau saya bakar BBM biayanya bisa di atas Rp2.000 per kWh. Jika gas, harga­nya Rp1.300 sampai Rp1.500 per kWh,” kata dia.

Haryanto pun menegaskan beroperasinya PLTU di wilayahnya ikut mengurangi subsidi ke masyarakat. “Dampaknya nilai tambah kita makin baik. Biaya produksi menurun, maka subsidi pemerintah juga akan turun,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk pembangunan PLTU Lontar unit 4 saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres sekitar 87%. Proses pembangunan menyisakan tahap pengadaan barang dan konstruksi. “Kami harapkan September 2019 sudah mulai beroperasi,” ucap Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah.

Pembangunan PLTU unit 4 ini akan menambah kapasitas menjadi 1.260 Mw. Sebelumnya PLTU Lontar hanya memiliki tiga unit pembangkit listrik dengan kapasitas 315 kWh per unit. (Sat/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya