Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Proyek Infrastruktur Mesti Berlanjut    

Nur Aivanni
29/3/2019 01:20
Proyek Infrastruktur Mesti Berlanjut    
Menteri Keuangan Sri Mulyani(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengatakan kebutuhan sarana dan prasarana di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, menurut dia, akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh Nusantara jangan sampai terhenti. 

Hal itu dia sampaikan dalam acara Dasabakti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) di Jakarta, kemarin. PT SMI ialah perusahaan pembiayaan infrastruktur yang didirikan pada 26 Februari 2009 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dengan 100% kepemilikan saham oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 

PT SMI memainkan peran aktif dalam memfasilitasi pembiayaan infrastruktur, melakukan kegiatan pengembangan proyek, dan melayani jasa konsultasi untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

“Anda boleh bergembira dan sedikit jeda ‘oh kita mencapai sesuatu’, tapi jangan berhenti di situ sebab perjalanan Republik Indonesia masih panjang sekali,” ucap Menkeu.

Mengutip Global Competitiveness Index (GCI) 2018, Sri Mulyani mengatakan infrastruktur Indonesia masih berada di peringkat 71, kalah jauh ketimbang Malaysia yang berada di peringkat 30. 

Dia memahami bahwa keadaan geografis Indonesia yang memiliki belasan ribu pulau sangat berbeda dengan Malaysia yang bukan negara kepulauan. 

Namun, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, semua itu tidak bisa menjadi alasan untuk menoleransi ketertinggalan infrastruktur. 

Dengan keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), komitmen investor swasta untuk turut membangun infrastruktur sangat penting. Dia juga mengapresiasi PT SMI yang telah mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan pembiayaan investasi nonanggaran pemerintah (PINA). 

Sebagai informasi, beragam proyek infrastruktur yang ditangani PT SMI telah memberikan sejumlah manfaat, seperti penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa, dan pengairan 185 ribu hektare sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek tersebut menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta tenaga kerja selama masa konstruksi. 

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan PT SMI semakin memantapkan langkah untuk terus tumbuh dan berkembang denganpesat melalui berbagai inovasi dan produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif. 

“Hal itu menunjukkan perseroan telah memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” kata Emma.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiadi, dalam diskusi mengenai pembangunan infrastruktur, menilai pola lelang beauty contest memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan pola lelang berdasarkan harga terendah. 

Menurut Kosmian, lelang dengan pertimbangan harga terendah merupakan peninggalan era penjajahan yang sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mutu pembangunan juga cenderung banyak dipangkas, demikian pula teknologi yang tidak berkembang dalam sistem lelang tersebut. 

“Kalau beauty contest, pemerintah menetapkan harga dari konsultan, mereka (dunia usaha) mengajukan teknologi dan lainnya. Ini yang diutamakan. KKN akan sedikit sekali karena terbuka dari harga, teknologi, pendanaan, jaminan, hingga lamanya proses (proyek),” ­terangnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya