Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PETERNAK mandiri ayam ras di Indonesia dalam kondisi terjepit dengan semakin berkembangnya peternak kemitraan skala besar. Saat ini, peternak mandiri diperkirakan hanya menguasai kurang dari 18% pangsa pasar dalam negeri. Sisanya, didominasi industri besar.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PHK) Kementan I Ketut Diarmita tak menampik adanya kesenjangan tersebut. Namun, Ketut berharap peternak mandiri harus mulai merubah cara pandang mereka agar dapat lebih bersaing dengan mekanisme pasar yang terlanjut terbentuk.
Peternak mandiri didorong untuk beralih dari sistem perkandangan terbuka (open house) menjadi kandang tertutup (closed house). Sistem closed house dinilai lebih modern, efisien dan lebih terjaga dari ancaman penyakit.
Baca juga: Minggu, Volume Transaksi Harian BEI Meningkat 9,3%
"Kita sangat concern (terhadap nasib peternak mandiri). Tapi model peternakan mandiri kita seperti itu. Menurut saya harus mau berubah dengan pola peternakan kita," kata Ketut saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (9/3).
Pria asal Bali ini meminta para pengusaha peternak mandiri memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membangun perkandangan tertutup. "Memang modal awal closed house itu sangat besar. Namun, saya berharap peternak mandiri dapat memanfaatkan KUR," imbuhnya.
Saat ini, industri ayam ras nasional dinilai tumbuh dengan baik setelah mampu surplus produksi. Bahkan, Indonesia telah mampu menembus pasar impor ke luar negeri seperti Jepang, Myanmar, Timor Leste, hingga Papua Nugini.
Khusus impor ke Jepang, Ketut menyebut, hal itu sebagai bukti bahwa kualitas ayam ras di Indonesia telah memenuhi berkualifikasi dunia. Jepang sendiri dikenal memiliki standar keamanan pangan yang sangat tinggi. "Itu karena kualitas dan harga kita bersaing. Pengendalian penyakit kita juga berhasil sehingga negara lain mau menerima produk kita," jelasnya kembali.
Baca juga: Prospek Lelang Blok Migas Tahun 2019 Terus Bergairah
Perihal harga daging ayam yang terus menurun di sejumlah pasar tradisional di beberapa daerah. Lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengambil langkah-langkah kongret.
Salah satunya dalam penanganan jangka pendek ialah memaksimalkan kapasitas pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) serta gudang pendingin. Ia berharap usaha peternak tidak lagi dijual sebagai ayam segar, melainkan ayam beku, ayam olahahan, atau produk inovasi lainnya. Selain itu, Ia meminta kepada pihak integrator tidak menjaul ayam segar ke pasar tradisional.
"Jika hal ini dilaksanakan dengan baik, maka harga di peternak segera kembali normal," tutupnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved