Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Peternak Ayam Mandiri Adukan Nasib ke Ombudsman

Micom
08/3/2019 20:05
Peternak Ayam Mandiri Adukan Nasib ke Ombudsman
(Antara)

PETERNAK ayam mandiri merasa makin sulit berusaha. Pasalnya, selama ini biaya produksi mereka meningkat karena mesti membeli berbagai kebutuhan produksi melalui perusahaan ternak besar dengan harga tak bersahabat.

Dan di sisi lain, harga jual mereka kalah bersaing dibandingkan perusahaan peternak ayam besar.

“Kok tidak ada yang mengontrol praktik seperti ini. Pemerintah kan punya mandat untuk upaya menyejahterakan peternak mandiri,” ujar Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar yang mendampingi peternak di Kantor Ombudsman seperti keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Jumat (8/3).

Haris melihat, para peternak mandiri seakan tidak pernah diproteksi dari persaingan dan diskriminasi harga. Alhasil, ketika ada arahan untuk menekan harga, kesejahteraan para peternak mandiri yang makin tertindas.

Laporan ke Ombudsman, jelas Haris, lebih diarahkan untuk mengusut peran pemerintah dalam mengontrol peternakan ayam. Mengingat saat ini diskriminasi terhadap peternak ayam mandiri semakin besar.

Menurut Haris, hal tersebut tersebut terlihat dari bagaimana perusahaan ternak ayam besar menguasai bibit, pakan, hingga obat-obatan. Di samping mereka juga melakukan budi daya yang menghasilkan biaya produksi menjadi lebih rendah.

“Mereka menguasai hampir semua sektor. Sementara giliran peternak mandiri harus membeli DOC atau bibit ayam, pakan ayam, dan obat-obatan harus ke mereka. Harganya ketika mereka beli juga dimahalin dibandingkan perusahaan-perusahaan itu jual ke tempat mereka melakukan budi daya sendiri,” tutur Haris.

Baca juga: Peternak Desak Pemerintah Batasi Budi Daya Ayam Ras Integrator

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, pengaduan adalah soal kondisi terkini yang dihadapi peternak nasional. Dia menyebutkan, saat ini peternak mengalami kondisi di mana harga ayam yang mereka jual berada di bawah harga produksi.

“Sementara harga pakan kita dan DOC (day old chick/ anak ayam) tinggi,” ungkap Sugeng. (A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya