Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH harus menjamin keamanan dan keberlanjutan institusi pangan penting seperti Perum Bulog. Pasalnya, mereka adalah satu-satunya instrumen yang mampu membantu menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok terutama beras.
Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurti melihat Bulog bak dikerjai pemerintah karena dipaksa menyerap beras dalam jumlah besar yakni 1,8 juta ton di 2019. Di sisi lain, outlet penyaluran beras Bulog yakni bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) hendak dihilangkan.
Semula, Bulog ditugaskan untuk menyalurkan sekitar 3 juta ton beras rastra untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kini, perseroan hanya mendapatkan alokasi 213 ribu ton untuk disalurkan ke 5 juta (KPM) selama periode Januari hingga April mendatang.
Setelah itu, program bansos rastra akan benar-benar dihapus dan dialihkan sepenuhnya kepada Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
"Kalau begini, Bulog itu kaya bom waktu. Mereka menanggung beban besar. Disuruh ambil stok banyak tapi penyalurannya ditutup. Ini masalah sangat serius," jelas Bayu di Jakarta, Kamis (14/2).
Maka dari itu, ia mendesak pemerintah mencari jalan keluar yang tepat atas persoalan tersebut. Jika memang BPNT benar-benar menjadi program unggulan, Bulog harus dilibatkan dengan menyuplai kepada warung-warung penyalur BPNT.
Baca juga: Bansos Rastra Siap Bertransformasi ke BPNT
Di sisi lain, Bulog juga harus berbenah diri. Perseroan harus menyediakan beras yang berkualitas dengan jenis yang beragam kepada masyarakat.
"Jadi Bulog itu tidak dimanja. Kalau sampai ada beras jelek ya mereka harus tanggung jawab. Bulog harus maju, bisa membaca keinginan masyarakat," ucapnya.
Adapun, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengakui pihaknya sedikit kesulitan dalam menyalurkan stok setelah pemerintah memutuskan mengubah skema bantuan sosial.
"Kami hanya akan menyalurkan 213 ribu ton tahun ini, sampai April. Setelah itu tidak akan ada lagi," tutur Tri.
Sedianya, Bulog tidak dilarang untuk menyuplai beras kepada warung-warung penyalur BPNT. Namun, karena tidak diatur dalam regulasi, mereka harus bersaing di pasar bebas dengan produsen beras lainnya. Tentunya dengan kualitas dan harga beras yang beragam.
Ia pun mengatakan terus melakukan diskusi dengan pemerintah seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab program.
"Kami masih rapat terus, tetapi belum ada keputusan hasil. Namun ada arah kepada Bulog untuk dukung penyaluran kepada BPNT," tandasnya.(OL-5)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved