Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Belajar dari Tiongkok, Indonesia harus Jaga Kualitas Perekonomian

Fetry Wuryasti
13/2/2019 14:20
Belajar dari Tiongkok, Indonesia harus Jaga Kualitas Perekonomian
(Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong -- Ist)

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia 2018 sudah mulai pulih ke 5,17%. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengatakan Indonesia harus mulai berhati-hati tidak sekadar mengejar kuantitas angka pertumbuhan melainkan juga harus menjaga kualitasnya. 

"Belajar dari Tiongkok yang sebelumnya ambisisus dalam mengejar pertumbuhan, berakibat banyak dari indikator pertumbuhan ekonominya yang dikorbankan. Sebab dari angka pertumbuhan yang pesat, juga timbul distorsi dan ketimpangan," ujar Lembong dalam acara Market Outlook 2019 oleh PT Mandiri Manajemen Investasi, di Jakarta, Rabu (13/2).

Dia mencontohkan pertumbuhan Tiongkok tahun 2000-2015 sukses dengan pertumbuhan ekonomi di atas 10%. Namun kemudian perlahan ekonomi melambat. 

Baca juga: Menkeu: Perencanaan Anggaran Sejak Dini itu Penting

Ternyata di balik pertumbuhan ekonimi Tiongkok, mereka mengorbankan lingkungan hidup. Akibatnya, timbul beban dari industri kepada polusi udara yang parah. Sampai-sampai muncul dalam riset bahwa tinggal di Tiongkok bisa memperpendek masa hidup usia manusia 3,5 tahun.

"Belum lagi utang yang luar biasa di Tiongkok baik pemerintah , korporasi, dan BUMN-nya. Itu warisan pertumbuhan ekonomi yang mengutamakan kuantitas dan kurang menjaga kualitas," tuturnya. 

"Menurut saya, pemerintah Tiongkok memperlambat pertumbuhan itu langkah bijaksana, sehingga memberi ruang membenahi distorsi dan hal yang berlebihan dalam 15 tahun terakhir saat mengejar pertumbuhan," pungkas Lembong. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya