Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ekonomi RI Tumbuh di Tengah Ketidakpastian

Fetry Wuryasti
07/2/2019 07:45
Ekonomi RI Tumbuh di Tengah Ketidakpastian
(MI/ADAM DWI)

PERTUMBUHAN ekonomi In­donesia pada 2018 sebesar 5,17% menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan 2017 yang mencapai 5,07%, di 2016 se­besar 5,03%, dan 2015 sebe­sar 4,88%.

“Di tengah tantangan eko­nomi global ini pencapaian yang baik karena banyak ditopang konsumsi rumah tangga sebesar 2,74%. Subkelompok dalam konsumsi rumah tangga yang tumbuh pesat sepanjang 2018 adalah restoran dan hotel, yakni 5,74%. Subkelompok makan­an dan minuman tumbuh 5,05%. Ini mengindikasikan adanya pola perilaku masya­rakat dengan mudahnya men­dapatkan makanan jadi berkat bantuan teknologi,” ka­ta Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, kemarin.

Menko Perekonomian Dar­min Nasution pun mengakui angka itu sesuai dengan pre­diksinya. “Ekonomi dunia se­dang tidak baik. Beruntung pertumbuhan konsumsi baik. Tahun ini target (pertumbuh­an ekonomi) 5,3%. Pemerin­tah akan menyiapkan kebijak­an ekspor melalui road map logistik. Kami fokus prosedur ekspor dan logistik. Peme­rin­tah dukung agar ekspor membaik.”

Oleh karena itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong perusahaan asing berinvestasi dan membuka pabrik seperti In­donesia.

“Dengan membuka pabrik di negara tujuan, diharapkan, kerja sama perdagangan semakin erat dan memberikan keuntungan bagi Indonesia.  Pertumbuhan ekonomi kita di tengah ketidakpastian global bisa mencapai 5,17%. Itu mendapat apresiasi dari negara mitra,” ujar Enggar.

Bahkan Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vo­ro­bieva meyakini pertumbuh­an ekonomi Indonesia ini da­pat menjadi dasar untuk meningkatkan hubungan eko­nomi. “Itu akan meningkat­kan hu­bungan ekonomi seperti eks­por dan impor.”

Di sisi lain, rilis data per­tum­buhan ekonomi BPS tersebut berdampak pada nilai tukar rupiah. Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kemarin menguat menjadi 13.920 per dolar AS dari sebelumnya 13.962.

“Salah satu yang memenga­ruhi ialah pertumbuhan eko­nomi. Meskipun tipis, ini bisa menjadi pemicu rupiah stabil,” ungkap analis dari Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia kemarin menunjukkan rupiah menguat menjadi 13.947 per dolar AS jika dibandingkan dengan hari sebelumnya di 13.976. (Try/Pra/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya