Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pertanian Dwi Andreas Sentosa memprediksi akan ada kenaikan volume produksi jagung pada tahun ini.
Walaupun tidak cukup besar, ia melihat jumlah tersebut cukup untuk membantu menopang kebutuhan di dalam negeri.
"Dari hasil pengamatan kami, mungkin akan ada kenaikan sekitar 500 ribu ton dari tahun sebelumnya," ujar Dwi Andreas kepada Media Indonesia.
Kenaikan itu, lanjut Dwi, terjadi lantaran sebagian petani yang menggarap sawah tadah hujan lebih memilih menanam jagung pada masa tanam kedua tahun lalu.
"Kemarin kan sempat musim tanam mundur karena musim hujan mundur. Jadi, petani pada pertanaman kedua memilih menanam palawija dan jenis palawija yang paling menguntungkan saat ini adalah jagung," terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) itu.
Baca juga: Produsen Tempe di Aceh Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Baku
Di sisi lain, hal tersebut otomatis akan sedikit menggerus volume produksi padi pada tahun ini.
Dwi menjelaskan, ketika salah satu jenis tanaman pangan, sebut saja jagung, mengalami pertumbuhan produksi, tanaman pangan lainnya yakni padi pasti akan mengalami penyusutan.
"Dari data yang kami dapat, selama belasan tahun, selalu seperti ini. Sangat jarang ada dua komoditas itu naik secara bersamaan di tahun yang sama," ucapnya.
Maka dari itu, ia meragukan data Kementerian Pertanian yang dalam beberapa tahun terakhir mengklaim produksi padi dan jagung terus tumbuh signifikan secara bersamaan.
"Ini sulit karena lahannya harus bergantian," tegasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved