SETIAP memasuki arena COP 21 United Nations Framework Climate Change Conference (UNFCCC) di Le Bourget, Prancis selalu ada sekelompok anak muda menawarkan satu bar coklat. Di dalam bungkusnya tertulis the change chocolate. Bergambar menara Eiffel dan di sudut atas ada gambar pohon bertuliskan plant for the planet.
Setiap orang yang melintas pun selalu cerah dan senang saat ditawari coklat.
''Woow coklat. Siapa yang tidak suka dengan coklat,'' ujar para delegasi yang melintas tidak jauh dari tempat pemeriksaan. Rombongan yang menamakan organisasi Plant for the planet sengaja berdiri tidak jauh dari ruang pemeriksaan, karena di situlah banyak orang lalu lalang.
Veronica, aktivis yang membagikan coklat gratis menjelaskan selama dua minggu di acara COP 21 UNFCCC, pihaknya membawa 5 ton coklat yang dibuat di Swiss.
''Ini bukan sembarang coklat. Lewat coklat ini diharapkan ada perubahan, terutama pada masalah perubahan iklim,'' jelasnya saat ditemui di sela-sela COP 21 UNFCCC di Le Bourget, Prancis, Selasa (1/11).
Kisah the Change Chocolate ini cukup unik. Organisasi Plant for the planet mengawali berdiri pada 2007. Saat itu ada bocah bernama Felix, 9 yang terinsipirasi peraih Nobel Perdamaian dari Kenya, Wangari Maathai. Wangari melakukan aksi penanaman pohon di seluruh Kenya selama lebih 30 tahun dan sudah 30 juta pohon tertanam. Saat ada anak ulangtahun maka teman-temannya menghadiahi pohon untuk ditanam.
Dari kisah Felix ini, sejak organisasi itu dilahirkan lima tahun kemudian sudah ada 12,6 juta pohon yang ditanam anak-anak dan orang dewasa yang mendukung aksi tersebut.
Gerakan itu didukung Badan PBB membidangi lingkungan hidup (UNEP). ''Targetnya pada 2020 ada seribu miliar pohon yang bisa ditanam,'' lanjutnya.
Untuk lebih menggaungkan program tersebut, salah satunya dengan menjual coklat bar.
Terlebih anak-anak sangat suka coklat. Coklat Swiss yang diproduksi tersebut berasal tanaman coklat yang mereka tanam sendiri. Uang yang diperoleh dari penjualan coklat di Jerman, Austria dan Switzerland dikelola untuk menanam pohon coklat. Organisasi tersebut membeli langsung dari petani coklat binaan dengan harga adil. Dari situlah proses terus bergulir. Änak-anak senang coklat. Dari makan coklat itu, mereka akan tahu informasi apa di balik bungkus coklat itu,â€terangnya.
Di dalam bungkus coklat itu ada informasi tentang ajakan anak-anak menanam pohon, donasi kegiatan penanaman pohon hingga pemilihan duta besar di bidang keadilan lingkungan.
Ajakan ini mendapat respons di tiga negara tersebut. Pada kesempatan COP 21 UNFCCC, The Chocolate Change ingin merambah pasaran dan menyebarkan misi dan informasi lebih luas. Saat ini sudah terjual dua juta coklat bar. Setiap membeli coklat tersebut memberikan makna satu bar seharga 20 sen Euro yang disumbangkan ke Plant for the Planet, dan setiap lima bar senilai satu pohon yang siap ditanam.
''Intinya mengajak anak-anak di seluruh dunia untuk menanam pohon dengan media komunikasinya coklat bar.''
Organisasi yang bermarkas di Switzerland dan Jerman ini memiliki pendonor tetap dari Pangeran Albert dari Monaco dan Klaus Topfer. (Q-1)