Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Indonesia akan Tambah Cadev dalam Renminbi

Anastasia Arvirianty
01/12/2015 00:00
Indonesia akan Tambah Cadev dalam Renminbi
(AP/Andy Wong)
Pasca ditetapkannya Renminbi sebagai special drawing right (SDR) oleh IMF, Indonesia perlahan mulai akan memelihara dan menambah mata uang tersebut sebagai unsur cadangan devisa.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada media ketika ditemui seusai menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economy Outlook 2016, di Jakarta, Selasa (1/12).

Darmin mengatakan, dengan disahkannya Renminbi sebagai mata uang SDR, tidak serta-merta membuat sebuah perubahan besar dan pengaruh pada Indonesia. "Semuanya butuh proses dan butuh langkah khusus, tidak bisa langsung otomatis."

"Memang artinya kita jadi punya pilihan, apakah kita akan meningkatkan perdagangan kita dengan Renminbi atau tetap gunakan dolar, tapi itu harus disiapkan, tidak bisa lahir sendiri," tutur Darmin.

Sama halnya dengan Darmin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyetujui agar Indonesia lebih memperbanyak cadangan devisa dalam bentuk Renminbi.

"Kita tahu, selama ini yang namanya Yuan atau Renminbi sudah jadi bagian dari cadangan devisa, kita akan tambah lagi," tutur Agus.

Menurutnya, dijadikannya Renminbi sebagai mata uang resmi sebagai bagian dari SDR justru merupakan hal yang lebih baik karena tentunya Renminbi akan menjadi mata uang yang dipakai dalam perdagangan ekspor impor internasional, transaksi untuk investasi, dan freeuseable currency.

Dengan melihat volume transaksi perdagangan Indonesia dengan Tiongkok yang besar, seperti transaksi impor Indonesia yabg paling paling tidak mencapai US$30 miliar dari Tiongkok, dan dengan impor Tiongkok dari Indonesia yang mencapai US$15 miliar, maka Renminbi masuk menjadi bagian SDR tentu akan sangat membantu kegiatan perdagangan Indonesia.

"Kegiatan untuk ekspor impor gunakan mata uang Renminbi dan Rupiah makin dapat diwujudkan, tapi perlu sosialisasi yang baik oleh otoritas di Tiongkok yang bertanggung jawab terhadap Renminbi," pungkas Agus. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya