Mandiri Menjaring Potensi Wirausahawan Muda Pesantren
Nuriman Jayabuana
26/11/2015 00:00
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun ini kembali menjalankan program Wirausaha Muda Mandiri. Program tersebut diselenggarakan untuk menjaring bibit-bibit wirausahawan muda potensial yang mampu menciptakan nilai tambah bagi potensi ekonomi di wilayahnya.
“Program Wirausaha Muda Mandiri tujuannya menstimulasi anak-anak muda agar bukan lagi mencari perkerjaan setelah lulus sekolah, tapi menciptakan lahan pekerjaan bagi orang banyak dan memberdayakan potensi yang ada di wilayahnya,†ujar Direktur Mikro dan Bisnis Perbankan Mandiri Tardi di Pati, Jawa Tengah, Kamis (26/11).
Uniknya, Mandiri kali ini tak hanya menyasar potensi entrepreneur muda yang tengah menjalani pendidikan di institusi perguruan tinggi formal. Melainkan juga berusaha menjaring wirausahawan muda yang masih mengemban pendidikan di pondok pondok pesantren. "Awalnya kami hanya menjalankan program ini ke kampus-kampus dan universitas. Tapi kami melihat potensi yg besar dari pondok pesantren," ujar dia.
Bank Mandiri mensosialisasikan rangkaian program Wirausaha Muda Mandiri ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum di Pati, Jawa Tengah. Tardi melihat pondok pesantren sebagai wadah yang mampu menawarkan potensi wirausahawan muda yang tak kalah dibanding mereka yang menempuh pendidikan di institusi perkuliahan formal. Sehingga potensi wirausahawan di pondok pesantren mesti didukung dengan berbagai pembinaan dan pendampingan supaya kemampuan bisnisnya mampu ditingkatkan.
“Selama ini harus kita akui partisipasi wirausahwan muda dari pesantren belum begitu banyak, masih lebih banyak yang dari kampus. Tapi kami lihat modal utama pengusaha yaitu semangat, kemandirian, dan kedisiplinan para santri tak kalah tinggi ketimbang anak muda yang mengemban pendidikan di jalur umum,†ujar dia.
Peminat dari kalangan pesantren untuk turut serta dalam program CSR (corporate social resposibility) bank pelat merah tersebut diakuinya begitu besar. Terlebih, menurutnya, kalangan santri terbukti mampu menawarkan model bisnis yang cukup bervariasi. Pada kesempatan itu, Mandiri mendonasikan hibah senilai Rp275 juta untuk Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.
Sesuai misi pemerintah, negara perlu meningkatkan rasio kewirausahaan hingga mencapai 2 persen populasi negara. Sementara itu, rasio entrepreneurship di Indonesia masih berada di kisaran 1,65 persen. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan penciptaan minimal 50 ribu wirausahawan baru untuk mencapai target tersebut dalam 5 tahun ke depan.
Menurut Tardi, Mandiri mampu mendukun target yang dibidik pemerintah tersebut. Kepercayaan tersebut muncul lantaran Mandiri telah berhasil menjaring dan mengembangkan bisnis potensial ratusan wirausahawan muda sejak program Wirausaha Muda Mandiri pertama kali diselenggarakan pada 2007.
“Bahkan ada salah satu alumni program WMM yang bergerak di sektor properti sudah berhasil masuk ke segmen komersil. Bukan lagi sekedar segmen mikro, dan malah sudah mulai terbitkan sukuk,†ujar Tardi.
Percepat penyaluran KUR
Mandiri optimistis mampu menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sesuai penugasan yang diberikan pemerintah. Menurut Tardi, sejauh sampai pertengahan November tahun pihaknya telah menyalurkan KUR sebesar 1,7 triliun kepada lebih dari 39 ribu nasabah.
“Target kami kan tahun ini Rp3,2 triliun, berarti sudah separuh lebih dari target. Masih ada sisa waktu sebulan lebih satu minggu, kami yakin bisa salurkan Rp3,2 triliun,†ujar dia.
Seperti diketahui, pemerintah menginginkan tiga bank BUMN –BRI, Mandiri, BNI-- menyalurkan KUR sebesar Rp120 triliun dengan bunga 9 persen. Tardi optimistis Mandiri dapat mencapai target tahun mendatang.
“Mudah-mudahan bisa tercapai karena penyaluran bisa dimulai sejak awal tahun. Kalau penyaluran KUR tahun ini kan kita baru mulai jalan pertengahan September,†ujar dia.
Penyaluran KUR terbesar Mandiri tahun ini berada di wilayah Jawa Tengah dengan nilai sebesar Rp345 miliar. “Tertinggi dibanding wilayah lain,†ujar dia.
Hal itu terjadi lantaran Mandiri menyediakan 270 unit dan cabang penyalur kredit mikro dan KUR. Dia meyakini Mandiri mampu leluasa mengakselerasi penyaluran kredit di segmen mikro dengan ketersediaan unit yang memadai. Saat ini, Mandiri memiliki 2800 unit dan cabang penyalur kredit mikro dan KUR di seluruh Indonesia. “Sehingga kita per hari rata-rata bisa salurkan kepada 1500-1600 debitur KUR baru. Per hari Rp70 miliar-80 miliar yang bisa kita salurkan,†ujar dia. (Q-1)