Pertemuan Bisnis Rusia-Indonesia Digelar di Jakarta
RO/X-12
26/11/2015 00:00
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
DEWAN Bisnis Rusia-Indonesia akan menggelar pertemuan bisnis pada Rabu (2/12) di Jakarta. Forum Bisnis Rusia-Indonesia itu akan diikuti perusahaan yang bergerak di bidang industri, perdagangan, keuangan dan investasi; perwakilan lembaga pemerintah kedua negara serta kalangan pebisnis dari negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik dan Custom Union.
Forum bisnis ini digelar di sela Sidang ke-2 Working Group Perdagangan, Industri dan Investasi Komisi Bersama Rusia-Indonesia. Saat ini Rusia dan Indonesia aktif bekerja sama di bidang penerbangan sipil, machinery, metalurgi, pertambangan, pengembangan infrastruktur transportasi, industri kimia dan farmasi.
Industri ringan, pertanian, energi, dan perkapalan, merupakan bidang kerja sama baru yang termasuk prioritas dalam hubungan bilateral dan dapat menyumbang secara signifikan pada volume perdagangan Rusia-Indonesia yang direncanakan akan dinaikkan menjadi US$5 miliar pada tahun 2016.
Para peserta Forum akan mempresentasikan proyek kerja sama terbaru di bidang pembangunan infrastruktur transportasi dan energi, penerbangan, antariksa dan maritim, solusi terbaru untuk bidang kedokteran, sistem navigasi satelit dan penginderaan jauh (remote sensing), pertambangan dan pengolahan sumber daya alam serta perbankan dan keuangan.
Forum dan Misi Bisnis akan diikuti oleh perusahaan Rusia sebagai berikut: JSC United Engine Corporation-Gas Turbines (UEC-GT); OJSC United Heavy Machinery Plants (OMZ); AlkaTek LLC; Academician M.F. Reshetnev Information Satellite Systems (ISS) (TBC); Dimars Group; JSC August Inc.; LLC NTpharma; PT Kereta Api Borneo (TBC); GeoSpectrum Space Technologies.
''Tujuan utama Forum adalah membantu mengatasi information gap antara kalangan pengusaha kedua negara dalam kondisi turbulensi ekonomi dan ketidaktstabilan perekonomian global. Perkembangan ekonomi dunia terkini secara jelas menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan cara terbuka yang membantu menaikkan daya saing dan memperbaiki iklim investasi merupakan jaminan pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi setiap negara, tentunya termasuk kedua negara yang jaya yaitu Rusia dan Indonesia,'' ujar Mikhail Kuritsyn, CEO Dewan Bisnis Rusia-Indonesia.(RO/X-12)