Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bank Dunia Dukung Program Rumah Murah

Ahmad Punto
22/11/2015 00:00
Bank Dunia Dukung Program Rumah Murah
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)
BANK Dunia mengapresiasi dan mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memenuhi kebutuhan rumah yang semakin tinggi, terutama bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada dasarnya program yang dijalankan pemerintah tersebut selaras dengan program Rumah Inti Tumbuh yang kini tengah dikembangkan Bank Dunia.

Hal tersebut diungkapkan perwakilan Bank Dunia, Geoffrey Payne dari GPA Housing & Urban Development Consultants, saat menemui Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Rakyat Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Geoffrey yang didampingi Fernando Situngkir, Consultant Housing Policy Analyst Social Urban, Rural and Resilience Global Practice World Bank, selain menyosialisasikan program Rumah Inti Tumbuh, mereka juga mengajak Apersi untuk menganalisa wilayah ideal yang masih memiliki potensi pembangunan rumah murah di Tanah Air. Analisa itu dilakukan terhadap tingkat pendapatan, batas luas lahan, serta jarak wilayah.

''Kami ingin mengukur dan menganalisa wilayah mana saja yang masih tersisa untuk di bangun rumah murah bagi MBR,'' tukas Geoffrey.

Ia menerangkan Rumah Inti Tumbuh besutan Bank Dunia bertujuan untuk memberikan alternatif dalam mengatasi sulitnya mendapatkan rumah murah di atas lahan terbatas.

''Program Rumah Inti Tumbuh ialah pengembangan rumah dengan luas bangunan 12 m2 dan luas lahan 36 m2. Nantinya biaya pembangunan rumah tersebut akan disubsidi oleh Bank Dunia melalui pemerintah sebesar Rp70 juta,'' kata Fernando Situngkir.

Pada kesempatan itu, Eddy Ganefo menyambut baik program Bank Dunia di sektor perumahan tersebut. Dia menilai hal-hal yang disampaikan Bank Dunia sejalan dengan pemikiran Apersi sebagai wadah pengembang kecil dan menengah yang membangun rumah murah dan terjangkau bagi MBR.

''Kami sangat mengapresiasi pembahasan Bank Dunia tentang pembangunan rumah murah serta program Rumah Inti Tumbuh di Indonesia. Ini bisa menjadi alternatif jangka panjang membantu MBR memiliki rumah,'' beber Eddy.

Ia hanya mengingatkan bahwa program sebagus itu mesti didukung regulasi dan penegakan hukum yang kuat agar penyediaan rumah murah betul-betul dapat berjalan dengan baik. (S-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya