Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan tanpa harus diaudit, kegiatan tender di Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sudah pasti merugikam negara. Dia berkilah hal itu sudah dihitungnya sejak 10 tahun yang lalu.
"10 tahun yang lalu, Rizal Ramli yang pertama komentar soal mafia migas. Kerugian negara berapa dan sebagainya. Ada hitungannya. Ga usah pakai audit, sudah pasti merugikan negara," tegas Rizal usai diskusi Mengawal Nawacita Transparansi Potensi Investasi Sektor Hulu Migas di Jakarta, Kamis (19/11).
Menurut dia, mafia migas merugikan negara karena terus mengupayakan impor migas dari Singapura, tidak langsung ke negara penghasil migas. Pembangunan kilang yang tidak pernah dilakukan lagi sejak 1996 dinilainya menjadi permainan mafia supaya Indonesia terus mengimpor dari para trader.
Lebih lanjut, Rizal juga tidak yakin pemindahan proses tender minyak mentah dan BBM dari Petral ke Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina (persero) bisa mematikan langkah para mafia migas.
"Saya ga begitu yakin itu. Orangnya sama-sama saja," pungkas Rizal. (Q-1)