Walhi Bali Luncurkan Beras Komunitas Ramah Lingkungan
Arnoldus Dhae
16/11/2015 00:00
(ANTARA/Nyoman Budhiana)
Walhi Bali menggelar pasar produk komunitas. Pasar produk digelar untuk memasarkan produk-produk komunitas yang ramah lingkungan.
Dalam Pasar produk komunitas ini Walhi Bali juga melaunching beras merah hasil kerja sama antara Walhi Bali dengan Kelompok Tani Manik Mas, Babakan, Tabanan, Bali. Dalam meluncurkan produk komunitas ramah lingkungan tersebut, Walhi Bali menggandeng SGP-GEF dan mengadakan Pasar Produk Komunitas pada sejak Minggu (15/11.
Direktur Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko menjelaskan, Pasar Produk Komunitas ini merupakan pameran bersama, produk kreatif dan ramah lingkungan hidup berbasis komunitas.
Selain Kelompok Tani Manik Mas bersama Walhi Bali dengan produk beras merah sehat, di dalam pasar produk komunitas yang digagas oleh Walhi Bali juga terlibat berbagai organisasi dan komunitas lain seperti Teras Mitra dengan produk kreatif jaringannya, Sanggar Anak Tangguh & Plasticology dengan karya seni hasil daur ulang sampah plastik, Uma Wali dengan produk beras sehatnya, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan kerajinan daur ulang dari sampah plastik, Lengis Tandusan Bunga Desa dengan produknya minyak kelapa tradisional.
"Kalau mau membangun Bali tentu saja harus dukung petani karena itulah landasan utamanya. Bali harus sehat, organik, lestari," ujarnya.
Sementara Made Krisna Dinata, Ketua Panitia Pasar Komunitas menjelaskan, ada empat tujuan diadakannya pasar produk berbasis komunitas. Pertama, memperkenalkan produk berbasis komunitas yang ramah lingkungan hidup kepada konsumen secara lebih luas. Kedua, mempublikasikan kerja dan karya dari komunitas-komunitas yang aktif belajar dan berkomitmen menerapkan pola produksi alternatif dan kreatif yang ramah lingkungan hidup. Ketiga, meningkatkan kesadaran konsumen untuk mendukung aktivitas produksi dan produk-produk berbasis komunitas. Keempat, membangun jaringan produsen berbasis komunitas yang ada di Bali.
Kelompok Tani Manik Mas sendiri adalah kelompok petani yang aktif bertani dan tersebar di tiga subak di wilayah desa Babahan yaitu Subak Uma Dui, Subak Aya Babahan, dan Subak Uma Utu. Subak Uma Utu merupakan subak utama yang menjadi pertanda dimulainya musim tanam padi Bali. “Beras merah produksi Kelompok Tani Manik Mas yang hari ini dilaunching dihasilkan dari subak Uma Utu,†katanya.
Seluruh hasil panen yang dihasilkan oleh petani dijual kepada tengkulak dalam bentuk gabah. Dalam beberapa situasi, petani bahkan menjual hasil pertaniannya sebelum masa panen dilakukan. Hal ini menyebabkan sebagian besar proses produksi petani hanya berhenti maksimal sampai pada gabah, sehingga potensi pendapatan petani hanya berakhir sampai pada gabah. Nilai tambah dari proses pertanian padi akan lebih besar ketika padi diproses sampai menjadi beras dan kemudian dijual dalam bentuk beras.
“Pada masa panen tahun 2015 ini, Walhi Bali bersama SGP-GEF mengajak kelompok tani Manik Mas untuk melanjutkan proses produksi pertanian sampai menjadi beras. Padi yang ditanam, dan gabah yang dipanen oleh kelompok tani, tidak dijual habis kepada Tengkulak. Sebagian gabah yang dipanen oleh petani, diproses lebih lanjut oleh kelompok tani untuk dijadikan beras merah dan dibungkus dengan mencantumkan logo dari kelompok tani Manik Mas. Ini adalah inisiatif tahap awal dalam membentuk kemandirian petani, dan kami berharap ini akan semakin membesar ke depannya,†paparnya. (Q-1)