Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA terus menjadi magnet bagi para investor asing. Investor terbaru ialah Hankyu Hanshin Property (HHP), perusahaan kenamaan asal Jepang, yang menjalin kerja sama dengan PT Plaza Indonesia Realty (PIR).
Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (18/12).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyaksikan langsung penandatangan tersebut mengungkapkan, terjalinnya kemitraan baru itu membuktikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tengah dalam performa yang baik.
"Ini bagus. Menunjukkan Indonesia masih terus menjadi negara tujuan. Investor asing pun percaya dengan situasi di Indonesia," ujar Enggartiasto.
Daya tarik Indonesia yang sangat kuat juga terlihat dari tercapainya kesepakatan Indonesia European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) pada Minggu (16/12) lalu.
"Itu sudah delapan tahun berlangsung dan akhirnya bisa selesai tahun ini. Mereka sangat semangat untuk bisa masuk dan investasi di Indonesia," tuturnya.
Menurut Enggartiasto bukan suatu hal yang mengejutkan jika banyak pihak yang masih terus datang untuk menyatakan kesiapan kerja sama walaupun sudah menjelang akhir tahun.
Adapun, tujuan utama dari kerja sama antara PIR dan HHP adalah untuk melaksanakan riset di industri properti. Keduanya akan mempelajari berbagai situasi di sektor tersebut sebelum akhirnya mengimplementasikan pembangunan secara nyata.
Executive Vice President HHP Yusuke Kusu menyatakan, dalam kesempatan kerja sama kali ini prioritas utama adalah menggali lebih banyak informasi tentang pasar dan manajemen properti di Tanah Air. "Ini akan menjadi permulaan untuk investasi besar ke depannya," ucap Yusuke.
HHP merupakan korporasi yang terkenal dalam pembangunan properti terutama dengam skema transit oriented development (TOD). Mereka melihat Indonesia yang saat ini sedang melakukan pembangunan infrastruktur secara masif sebagai pasar potensial bagi bisnis properti. "Kami memiliki komitmen kuat untuk bisa bekerja sama," tandasnya.
President Director PIR Rosano Barack merasa sangat beruntung karena memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan HHP walaupun untuk tahap saat ini masih dalam masa penjajakan.
"Saat ini kami masih dalam tahap pembelajaran, sharing knowledge. Apa yang baik untuk diterapkan HHP di sini dan sebaliknya," papar Rosano.
Ditargetkan, proses tersebut tidak akan berjalan lebih dari satu tahun sehingga pada awal 2020 sudah dapat diputuskan realisasi kerja sama properti seperti apa yang akan dilakukan. "Kami tidak akan menutup diri terhadap kemungkinan yang ada. Skema apa saja sangat mungkin dijalankan seperti residensial, TOD, dan yang lainnya," lanjut Rosano.
Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel pun memaklumi langkah penjajakan yang diambil kedua belah pihak terlebih dulu. "Membangun kan ada langkah-langkahnya, tidak bisa besok langsung jadi," jelas Gobel.
Kendati masih dalam tahap perkenalan ia meyakini Jepang pasti sudah memiliki catatan tersendiri terkait potensi di Tanah Air. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang terus bertumbuh. "Kalau pihak asing saja bisa seperti itu, kita harusnya lebih optimistis," tandasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved