Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Lelang Derivatif Valas BI Membuat Rupiah Menguat Tajam

Fetry Wuryasti
18/12/2018 17:05
Lelang Derivatif Valas BI Membuat Rupiah Menguat Tajam
(. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

DI tengah sentimen negatif yang mewarnai pasar saham karena jatuhnya saham-saham di bursa Amerika Serikat, nilai rupiah terhadap dolar AS menguat tajam. Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka di 14.580 per dolar AS, kemudian melesat ke 14.480 pada sesi siang.

Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) pada pukul 8.30 WIB membuka lelang valuta asing (valas) domestic non-deliverable forward (DNDF) dengan metode fixed rate tender selama 15 menit.

DNDF merupakan transaksi derivatif valas forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah di pasar valas domestik. Kurs acuan yang digunakan adalah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) untuk mata uang dolar AS terhadap rupiah dan kurs tengah transaksi BI untuk mata uang nondolar AS terhadap rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah, Selasa (18/12), mengatakan selesai lelang BI melakukan intervensi DNDF secara langsung via 8 broker, sehingga mengakibatkan kurs spot rupiah semakin turun menguat ke 14.500, dan berhasil tembus ke 14.480 siang pukul 11.00 WIB.

"Dengan selalu hadirnya BI di pasar DNDF menjadikan kurs NDF yang diperdagangkan di pasar luar negeri tidak terlalu liar. Bahkan sekarang kurs NDF luar negeri mengikuti kurs DNDF," ujar Nanang, Selasa (18/12).

Rupiah memang sejak sepekan lalu bergerak dble forwardi kisaran 14.500 per dolar AS setelah sebelumnya bisa terapresiasi hingga menyentuh 14.200. Pada perdagangan Selasa (18/12), rupiah ditutup di 14.501, menguat 0,54% dari penutupan sebelumnya di 14.580 per dolar AS, merujuk pada Bloomberg.

Dalam lelang atau intervensi DNDF, Bank Indonesia tidak menggunakan cadangan devisa, melainkan dalam rupiah tergantung dari hasil fixing dua hari sebelum kontrak DNDF jatuh waktu.

Ke depan, menurut Nanang, lelang DNDF akan dilakukan secara reguler tiap hari pukul 8.30 WIB, dan dapat dibuka sesi sore pukul 15.45 WIB . Antara jeda waktu kedua lelang pagi dan sore, BI dapat melakukan intervensi DNDF.

"Lelang dan intervensi tersebut selain untuk menjaga stabilitas rupiah, juga untuk membuat pasar DNDF menjadi lebih berkembang dan likuid," tutup Nanang. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya