Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

BNI Salurkan Rp9,8 Triliun di Sektor Kemaritiman

Bagus Suryo
13/11/2015 00:00
BNI Salurkan Rp9,8 Triliun di Sektor Kemaritiman
(ANTARA/WAHYU PUTRO A.)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan kredit sektor kemaritiman dengan posisi outstanding sebesar Rp9,8 triliun per September 2015.

Direktur Business Banking 2 BNI Sutanto, Jumat (13/11), di Malang, Jawa Timur, mengatakan khusus untuk sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu bagian dari Subsektor Kemaritiman, sudah menyalurkan pembiayaan Rp1,25 triliun.

Pembiayaan sebesar itu untuk bidang budidaya dan penangkapan, industri pengolahan, dan perdagangan hasil perikanan.

Ia menjelaskan dukungan BNI terhadap sektor kemaritiman juga dilakukan melalui program kemitraan terpadu. Program itu mencakup dukungan financial dan non-financial bagi pelaku usaha pada berbagai fase bisnisnya.

Pada tahap awal, lanjutnya, sudah menyiapkan program pembinaan melalui program bantuan sosial yang diracik melalui Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL).

"Program itu untuk bagi masyarakat pesisir yang berupaya memperbaiki kondisi perekonomiannya namun belum mampu merintis usaha yang bankable bahkan belum feasible," tegasnya.

Namun hingga fase akhir mitra binaan BNI telah berhasil membangun bisnisnya menjadi bankable dan feasible, BNI menyiapkan Kredit Komersial dan Kredit Usaha Rakyat. "Cakupan dukungan itu dilakukan melalui program Kampoeng BNI," katanya.

Realisasi keseluruhan program tersebut merupakan bentuk dukungan BNI pada acara Kampanye Program Jangkau, Sinergi, dan Guideline atau JARING yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang, Jumat (13/11).

Untuk itu pihaknya berharap, semua dukungan itu mampu meningkatkan perekonomian di lumbung-lumbung ikan utama di Indonesia. Dampak yang diharapkan agar nelayan dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan bisa bertahan meskipun harus bersaing dengan investor asing.

Sedangkan dari 30 Kampoeng BNI yang sudah dikembangkan saat ini, katanya, lima diantaranya merupakan Kampoeng BNI yang berbasis pada sektor Kelautan dan Perikanan.

Kelima Kampoeng BNI tersebut yakni Kampoeng BNI Nelayan Muara Angke-Jakarta, Kampoeng BNI Nelayan Lamongan, Kampoeng BNI Bandeng Karawang,  Kampoeng BNI Nelayan Dufa-dufa-Ternate, serta Kampoeng BNI Ikan Nila di Ponorogo-Jawa Timur.

Ia mengungkapkan keberadaan kelima Kampoeng BNI diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai sasaran utama Program JARING. Program yang menggarap peningkatan pertumbuhan pembiayaan di sektor Kelautan dan Perikanan (KP) itu dengan target pertumbuhan pembiayaan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. "Target pertumbuhan kredit ditetapkan minimal 50% dari tahun sebelumnya," tuturnya.

Kampoeng BNI sendiri sudah memberikan manfaat memperbaiki  sarana dan prasana di lingkungan sekitar, bantuan pendidikan bagi anak-anak nelayan, pelatihan pengolahan hasil laut, membangun balai pertemuan, memberikan alat bantu kerja, hingga pembangunan rumah ibadah.

Adapun untuk mendorong peningkatan bisnisnya, BNI memiliki Program Kredit Kemitraan bagi nelayan yang belum bankable dan feasible.

Capaian kinerja yang konsisten kepada komunitas kelautan dan perikanan khususnya nelayan, berhasil mendapatkan penghargaan Adibakti Mina Bahari Tahun 2014 dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Penghargaan ini secara khusus diberikan kepada Sentra Kredit Kecil BNI di Tegal yang berhasil mengembangkan Minapolitan Nelayan di Tegal.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya