Tarik Minat Investasi Masyarakat, Bunga Perbankan Harus Stabil
Anastasia Arvirianty
12/11/2015 00:00
(ANTARA/ANDIKA WAHYU)
WAKIL Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan investasi adalah satu cara untuk meningkatkan perekonomian negara. Sayangnya, saat ini suku bunga perbankan tinggi, sehingga dia menghimbau agar ada konsolidasi untuk membentuk stabilisasi.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pembukaan kampanye Yuk Nabung Saham di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (12/11).
Lebih lanjut JK menyarankan agar bunga perbankan stabil di tempat yang tidak terlalu tinggi untuk menarik minat masyarakat berinvestasi di sektor pasar modal. "Jika bunga bank naik terus, jangan harap saham laku."
Menurutnya, untuk majukan negeri ini harus lewat investasi, karena tidak mungkin pendapatan masyarakat bertumbuh tanpa investasi, dan hal itu dapat dicapai dari tabungan yang cukup bagi masyarakat.
"Sehingga, diharapkan apabila masyarakat mempunya pilihan menabung dengan fix income tertentu yang cenderung masih menguntungkan maka menabung di saham tentu bisa sekaligus berinvestasi, tapi jangan lupa sosialisasi," ujar JK.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dengan mantap menyetujui himbauan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut. Menurutnya, memang bunga perbankan saat ini sangat tinggi.
"Terus terang, saat ini saya menganggap dengan asumsi inflasi yang sekitar 4%, mungkin kalau selisihnya bisa 2% dari inflasi itu bagus. Tapi itu otoritasnya bank sentral, kami cuma berharap saja," tutur Tito.
Menurutnya, harus ada protokol krisis yang mampu mengoordinasikan dan mengonsolidasi para pemangku kebijakan moneter dan fiskal. Misalnya UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang diharapkan bisa disetujui oleh DPR.
Pendanaan infrastruktur Di samping itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk menjadikan pasar modal sebagai alternatif pendanaan bagi pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, jika pendanaan pasar modal bisa diperkuat, maka Indonesia akan memiliki dua sumber pendanaan, yaitu pendanaan bank dan pendanaan pasar modal. "Ini jadi tulang punggung utama pembiayaan jangka panjang dan ramah bagi para UMKM."
"Saat ini kami sedang mempersiapkan sosialisasi bagi pengusaha kelas menengah. Nantinya investasi yang dutawarkan, tidak hanya yang berbasis ekuitas tapi juga dengan surat utang," tutup Muliaman.(Q-1)