Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bangun Pertanian, Gandeng Pesantren

Wisnu AS
11/11/2015 00:00
Bangun Pertanian, Gandeng Pesantren
(ANTARA/Idhad Zakaria)
INDONESIA adalah negara agraris terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Sayangnya sejak 1992, Indonesia tidak lagi mencapai swasembada pangan di bidang pertanian. Karena kekhawatiran itu, PT Bhakti Bumi Mandiri ingin kembali meraih kejayaan di bidang pertanian. Dengan tagline Indonesia Mandiri, perusahaan ini ingin mengusung integrated farming system atau sistem pertanian terpadu yang telah berhasil meningkatkan produksi pertanian di berbagai negara.

Direktur Utama PT Bhakti Bumi Mandiri John Turnip mengatakan, sistem pertanian terpadu tidak sekadar mengandalkan teknologi modern di dalam dunia pertanian, tapi lebih menekankan pada penggunaan ilmu pengetahuan untuk membanyak dan mempercepat beragam hasil pertanian yang bisa didapat dari lahan pertanian. "Kami membangun wadah untuk anak negeri Bumi Indonesia, mimpi tentang Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Harapan kami Bumi Indonesia bisa menjadi langkah awal percaya dan bangga pada bangsanya sendiri," ujar John dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (11/11).

Dalam realisasinya, Bumi Indonesia akan mengandeng sebanyak 1.200 pesantren se-Banten untuk tahap awal. Tak tanggung-tanggung, Bumi Indonesia menyediakan dana sebesar Rp2 triliun. "Kami akan mengajak pondok pesantren untuk terlibat dalam program ini. Kita akan beri pelatihan sistem pertanian terpadu, agar pesantren bisa memaksimalkan lahan yang mereka miliki," tutur John.

Tidak hanya memberikan pelatihan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, Bumi Indonesia juga akan menyediakan bibit-bibit unggul. Bumi Indonesia juga akan berperan memasarkan hasil pertanian itu. "Kami memiliki lahan seluas 12 ribu hektare di Banten. Untuk mewujudkan mimpi Indonesia Mandiri kita akan mengajak kaum intelektual, akademisi, peneliti, dan kaum muda," ucapnya.

Sistem pertanian terpadu nanti menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan ilmu-ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan. Ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu. Target jangka panjang Bumi Indonesia akan dilakukan di seluruh Indonesia.

Salah satu pembicara Bapak Lingkungan Hidup Prof Dr Emil Salim berharap, Indonesia Mandiri bisa menjadi program yang merangkul petani tanpa mengesampingkan keramahan lingkungan. "Karena itu, saya berharap peranan ulama bahwa Banten bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di seluruh Indonesia. Buktikan bahwa Banten bukan Kalimantan, Riau, Jambi," tutur Emil.

Prof Emil pun berpesan agar Bumi Indonesia bisa menjadi motor pengerak anak muda Banten menjadikan pertanian Banten lebih maju dari daerah lainnya. "Mimpi Indonesia Mandiri di Banten digerakkan oleh ulama dan kreativitas anak muda membangun Banten yg lebih sejahtera," ucapnya. Selain Emil Salim, hadir sebagai pembicara Pengagas Lentera Angin Nusantara-Tasikmalaya Ricky Elson dan Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq Agriculture. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya