Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapal Ternak Dapat Atasi Masalah Tata Niaga Daging Sapi

Iqbal Musyaffa
10/11/2015 00:00
 Kapal Ternak Dapat Atasi Masalah Tata Niaga Daging Sapi
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Kehadiran kapal ternak diharapkan dapat mengatasi keruwetan dalam tata niaga daging sapi di Indonesia. Karena selama ini yang dikeluhkan terkait mahalnya daging sapi adalah ketiadaan angkutan transportasi yang memadai untuk mengangkut sapi dari daerah produsen seperti NTT, NTB, dan Bali ke daerah konsumen.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Teguh Boediyana ketika dihubungi, Selasa (10/11).

“Kita sambut baik dan perlu diamati apakah betul-betul nantinya bisa menekan biaya dan harga daging sapi dan juga bisa memperbaiki tata niaga,” ujarnya.

Selain itu, terobosan bagus ini juga pastinya akan menghadapi dinamisasi yang mungkin akan terjadi di lapangan nantinya. “Saya belum tahu apakah biaya operasionalnya nanti ditanggung pemerintah ataukah bisnis murni. Tapi tentunya pemerintah sudah menghitung berapa biaya yang dibutuhkan sebelum memutuskan untuk membuat kapal ternak.”

Selain itu, pemerintah juga perlu memikirkan upaya khusus untuk meningkatkan jumlah populasi hewan ternak yang ada. Salah satunya melalui pemberian insentif kepada peternak tradisional yang hanya memiliki 1 atau 2 ekor ternak saja.
“Perlu ada program spesial karena pembibitan bukan kegiatan yang menguntungkan dan perlu waktu lama. Jadi perlu ada rangsangan tersendiri.”

Upaya pembibitan diperlukan karena tidak bisa semua hewan ternak yang ada di dalam daerah produksi dibawa ke daerah konsumen seluruhnya. Selain dapat menghabiskan populasi, juga daerah produksi perlu untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

“Sambil berjalan saya kira nanti akan ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan. Pastinya tidak boleh ada lagi keluhan masalah transportasi ternak dan kesejahteraan ternak karena kini sudah mulai dipenuhi pemerintah."(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya