Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Industri Boiler Asing Diminta Gandeng Pelaku Lokal

RO
10/11/2015 00:00
Industri Boiler Asing Diminta Gandeng Pelaku Lokal
(FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
INDONESIA Boiler Turbine Association (IBTA) berharap pemerintah menerapkan kebijakan bagi industri boiler asing yang akan berinvestasi di Tanah Air untuk menggandeng pelaku industri lokal. Dengan begitu, industri lokal punya kesempatan lebih untuk berkembang.

EPC Division Head IBTA Alex Dharma Belen mengatakan, pemerintah telah mengatur skema kerja perlindungan bagi bidang engineering, procurement, and construction (EPC) dengan langkah kerja sama antara pebisnis asing dan lokal untuk dapat ikut tender di Indonesia. Ia mengharapkan, kebijakan itu juga diberlakukan untuk boiler.

“Kami berharap hal ini juga diterapkan dalam industri boiler. Salah satunya mungkin dalam konteks TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) barang dan material harus ada keberpihakan karena pabrikan boiler asing tidak mungkin semua (produksi) dapat dilakukan di Indonesia,” ujar Alex.

Dia menambahkan perlunya proteksi perusahaan jasa rancang bangun dalam negeri di tengah upaya pemerintah menggaet investasi di bidang kelistrikan yang terus ditawarkan. Boiler merupakan salah satu perangkat yang dipakai untuk proyek-proyek kelistrikan berbasis tenaga uap.

Menurut Alex, tantangan engineering lokal dalam pengembangan industri boiler terletak pada persoalan lisensi. Lisensi teknologi itu sebenarnya dapat diambil oleh pabrikan turbin atau boiler yang ada di Indonesia. Hanya saja, tantangan lainnya terkait besaran nilai investasi dan permintaan pasar. “Mereka berharap kalau bangun investasi akan kembali. Satu sisi tentunya perlu dibantu dari pendanaan dengan bunga murah supaya nilai keekonomian akan lebih kompetitif,” tutur Alex.

Sejumlah perusahaan lokal, imbuh Alex, telah bekerja sama dengan beberapa pabrikan asing guna membantu mengembangkan industri boiler di Indonesia. Fakta itu jelas menggembirakan, namun tentu saja harus tetap diikuti dengan kualitas produk, daya saing harga yang kompetitif, dan kemampuan produksi. “Tantangannya ada di investasi, sebab kalau terlambat (pengirimannya) akan bermasalah.''

Alex berharap, melalui peningkatan investor lokal, kemampuan dan kemandirian industri dalam negeri mampu mendukung proyek kelistrikan nasional, terutama yang berbasis pembangkit listrik tenaga uap. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya