Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

BCA Masih Terus Naikkan Suku Bunga Kredit

Fetry Wuryasti
25/10/2018 20:10
BCA Masih Terus Naikkan Suku Bunga Kredit
(MI/IMMANUEL ANTONIUS)

PT Bank Central Asia Tbk melihat suku bunga acuan Bank Indonesia, BI rate, telah naik sebesar 150 basis poin (bps) sejak Mei 2018, dan memperkirakan ada penaikan 25 bps lagi di akhir tahun. Tren itu akan kembali diikuti BCA dengan menaikkan suku bunga kredit.

Wakil Presiden Direktur BCA Eugene Keith Galbraith mengatakan BCA belum mengimplementasikan sepenuhnya dampak kenaikan BI rate kepada kredit nasabah. Dengan tren penaikan BI rate yang masih berlanjut hingga akhir tahun depan, BCA pun memperhitungkan potensi penaikan suku bunga kredit.

“Itu akan ada dari Agustus 2018 sampai dengan akhir 2019 sekitar 200 basis poin atau lebih kenaikan. Dan sedang disesuaikan sejak sekarang,” jelas Eugene, saat paparan kinerja Bank BCA di Jakarta, Kamis (25/10).

Terbuka bagi BCA untuk menaikkan bunga kredit 25 basis poin lagi sampai akhir tahun. Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan hingga penutupan tahun ini, BCA masih terus melakukan penyesuaian suku bunga kredit dengan besaran penaikan BI rate.

“Total bunga kredit konsumer kini telah naik sekitar 80 basis poin, KPR. Kalau bunga kredit modal kerja sekitar 50 bps. Proyeksi pertumbuhan kredit kami sampai akhir tahun akan 12%,” jelas Vera.

Dana pihak ketiga (DPK) yang mahal, yaitu yang berasal dari deposito per September 2018, tercatat turun 6,4% (yoy) menjadi Rp137,1 triliun. Sebaliknya, dana murah tumbuh 11,4% menjadi Rp478,8 triliun.

Pertumbuhan dana murah itu yang mendorong DPK BCA tumbuh 6,9%. Namun sejak Maret, seiring kenaikan bunga deposito, dana deposito BCA perlahan naik kembali.

Hal itu terjadi karena BCA telah menaikkan suku bunga deposito sampai September sebesar 150 bps. Rasio kredit terhadap DPK BCA tercatat berada di level 80% .

Tujuan BCA menaikkan suku bunga deposito antara lain agar nasabah tergiur memasukan dananya. Hanya saja, memang bila dibandingkan dengan September tahun lalu, deposito lebih tinggi dari September 2018.

“Trennya dari Maret sampai sekarang deposito tumbuh lagi,” jelas Vera. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya