Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Suzuki Indomobil Motor (SMI) menargetkan kenaikan nilai ekspor hingga 1,5 kali lipat pada 2022. Kenaikan sebesar itu akan meningkatkan nilai ekspor menjadi sebesar Rp11,3 triliun.
Presiden Direktur PT SIM Seiji Itayama mengatakan rencana target itu dilakukan guna memberikan kontribusi kepada Indonesia yang industri otomotifnya kian maju.
"Kami mempunyai rencana untuk meningkatkan nilai ekspor sebesar 1,5 kali lipat menjadi Rp11,3 triliun hingga 2022," kata Seiji dalam acara peresmian ekspor perdana All New Ertiga dan New Scooter Nex II di Pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10).
PT SMI tahun ini sudah mengirim 45 pegawainya untuk menjalani pelatihan di Jepang. Hal ini dilakukan untuk mentransfer ilmu dari industri otomotif Jepang ke sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kendati demikian, tidak semua pegawai dikirim ke Jepang, transfer ilmu itu juga dilakukan secara tidak langsung.
Selain itu, PT SMI menyiapkan divisi pengembangan desain dalam tubuh perusahaan. Di dalamnya tidak hanya terdiri dari pekerja domestik tetapi juga pekerja dari Jepang. Hal ini termasuk bagian dari langkah transfer teknologi ke Indonesia.
"Di situ kami sudah punya banyak engineer baik dari Indonesia dan dari Jepang. Ini semacam transisi teknologi Jepang ke Indonesia. Kami sambil dibantu juga oleh tenaga Jepang," ungkap Seiji.
Pada 2017 pihaknya telah mengekspor senilai Rp7,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 33% dari omzet PT SMI. Terhitung sejak 1993, PT SMI telah mengekspor kendaraan bermotor ke 109 negara, di antaranya negara di Asia, Oceania, Amerika Latin dan Karibia, Eropa, Afrika dan Timur Tengah.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Seiji, PT SMI akan meningkatkan investasi dalam bidang SDM dan investasi fasilitas. "Kami akan memperluas bisnis kami," ungkap Seiji.
Sebelumnya, kegiatan ekspor kendaraan ke Vietnam sempat terkendala. Pemerintah Vietnam mengharuskan dilakukannya pemeriksaan yang lebih ketat kepada setiap kendaraan impor yang masuk ke negara itu. Mulai dari emisi gas buang hingga kondisi kaca spion.
Kepala Bidang Ekspor PT SMI Hady Surjono Halim menegaskan hal itu sudah tidak ada masalah. Seluruh hal yang dipersyaratkan Vietnam sudah dipenuhi pihak Indonesia. Dengan begitu ekspor ke negara tersebut sudah tidak lagi terkendala.
"Ternyata pemerintah kita juga tidak kalah gesit. Kami dibantu sehingga mendapat approval. Kami sudah trial di sana dan sekarang sudah normal. Kami harus tegar dan kompak dengan pemerintah," ujar Hady.
Hari ini, PT SMI melakukan ekspor perdana dua produk baru, yakni mobil All New Ertiga dan New Scooter Nex II. PT SIM mengapalkan sebanyak 12.000 unit untuk All New Ertiga ke 22 negara tujuan ekspor yang tersebar di Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Oseania. Adapun Nex II dikirim ke Filipina dalam bentuk utuh (completely built up/CBU).
Sejak Agustus 2018, telah diekspor sebanyak 4.456 unit. Ke depannya, ekspor Nex II ditargetkan menembus 18.660 unit, termasuk ke Kamboja dalam bentuk CKD. (A-2)
Berita terkait : Suzuki Indomobil Ekspor 30 Ribu Unit Mobil dan Motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved