Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Suzuki Indomobil Ekspor 30 Ribu Unit Mobil dan Motor

Yanurisa Ananta
22/10/2018 20:20
Suzuki Indomobil Ekspor 30 Ribu Unit Mobil dan Motor
(MI/Yanurisa Ananta )

PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) kembali mengekspor produk mobil dan motor terbaru. Kali ini Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia tersebut berkomitmen mengekspor All New Ertiga dan Nex II ke 22 negara di antaranya, Jepang, Meksiko, Peru, Costa Rica, dan Vietnam.

Presiden Direktur PT SIM, Seiji Itayama, mengatakan kegiatan ekspor ini dilakukan untuk menjawab dukungan hangat masyarakat Indonesia yang telah menyokong bisnis PT SMI selama 48 tahun. Ekspor dua produk itu akan menjadi tonggak kegiatan ekspor yang lebih besar lagi.

"Untuk menjawab dukungan dari masyarakat Indonesia tersebut kami ingin memberikan kontribusi demi Republik Indonesia yang semakin maju. Salah satu contoh konkretnya adalah dengan meningkatkan ekspor," kata Seiji dalam peresmian ekspor All New Ertiga dan Nex II di Pabrik PT SMI di Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10).

PT SMI sebelumnya sudah pernah mengekspor produk Ertiga pada 2013. Hingga 2018, sebanyak 42.158 unit Ertiga telah dikapalkan ke 28 negara. Acara peresmian hari ini mengawali ekspor 12.000 unit All New Ertiga dan 18.660 unit Nex II.

Untuk motor, PT SMI mulai mengekspor sejak 2012 dengan merek  Satria FU150, Smash FI dan Let's dalam keadaan utuh (completely built up/CBU). Kemudian, pada  2014 Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor CBU GSX Series.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi kegiatan ekspor PT SMI yang meramaikan industri otomotif di kancah internasional. Dalam sambutannya, Airlangga menyebut ekspor merupakan salah satu kunci dari perekonomian Indonesia selain investasi.

"PT SMI sudah menjalankan itu. Oleh karena itu pemerintah mengapresiasi apa yang dilakukan manajemen PT SMI dan juga apresiasi rencana investasi yang akan dilanjutkan, baik investasi sumber daya manusia maupun investasi dari manufacturing-nya," ucap Airlangga pada kesempatan yang sama.

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri alat angkutan dan transportasi lain pada semester I tahun 2018 mencapai Rp926,4 miliar. Adapun  penanaman modal asing (PMA) sebesar US$343,6 juta.

Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja industri otomotif di Indonesia semakin melesat. Hal itu terlihat pula dari jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan yang naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta unit pada 2016 menjadi 81 juta unit di 2017. Bahkan, di pasar ASEAN saat ini, permintaan dalam bentuk keadaan terpisah atau completely knock down (CKD) kian meningkat.

Lonjakan pun terjadi pada angka produksi kendaraan bermotor roda empat, dari 1,177 juta unit tahun 2016 menjadi 1,216 juta unit di 2017. Jumlah tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 231 ribu unit pada 2017 jika dibanding dengan 2016 sekitar 194 ribu unit. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya