Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir menanggapi soal pemberitaan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII tentang divestasi freeport pada Rabu (17/10) lalu. Kesimpulan yang turut ditandatangani Dirut Inalum dan Dirut PT Freeport Indonesia tersebut beredar di media sosial.
Ia menyatakan sudah membaca kesimpulan tersebut. “Yang ditandatangani ketua rapat yang bukan lain adalah anak buah Prabowo Subianto dan beredar luas di media sosial,” ujar Inas dalam siaran persnya, Sabtu (20/10).
Inas mengatakan dalam kesimpulan RDP Komisi VII pada poin II disebut divestasi saham Freeport belum terealisasi dan DPR meminta pemerintah memberi pernyataan yang benar kepada rakyat.
“Padahal arti realisasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah proses menjadikan nyata atau terwujud. Kemudian substansi tentang progres pengambilalihan Freeport yang tercantum dalam agenda rapat, sama sekali tidak disimpulkan dalam laporan singkat Komisi VII tersebut," kata Inas.
Inas kemudian menyebutkan RDP tersebut menghadirkan Dirut Inalum dan Dirut Freeport yang datang untuk menjelaskan progres dan proses divestasi Freeport. Meski begitu, upaya untuk merealisasikan divestasi justru tidak disebut dalam kesimpulan.
“Komisi VII sebagai mitra Inalum seharusnya concern terhadap hambatan yang menyebabkan belum terwujudnya divestasi Freeport tersebut dan bahkan harus memberikan dukungan karena menyangkut kepentingan bangsa Indonesia dalam menguasai sumber daya alamnya,” tutur Inas.
Ia merasa heran karena dalam kesimpulan RDP Komisi VII tersebut adalah sama sekali tidak ada substansi tentang tahapan penyelesaian pengambilalihan 51% saham Freeport oleh Inalum.
“Sebelum transaksi pembayaran, masih ada proses di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), kemudian masih ada pembahasan perubahan AD/ART, pelaporan antitrust (di Jepang, Korsel,Tiongkok, Filipina, India dan KPPU Indonesia). Jadi dengan kata lain bahwa divestasi Freeport tersebut sedang berproses memang,” tandas Inas. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved