Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Indonesia Siap Rajai Ekspor Produk Kayu Ringan

Ferdinand
19/10/2018 14:55
Indonesia Siap Rajai Ekspor Produk Kayu Ringan
(ANTARA)

INDONESIA memiliki modal yang sangat besar untuk komoditas kayu ringan jenis sengon laut. Lahan yang luas dan iklim yang mendukung sangat potensial menjamin ketersediaan bahan baku.

Ketua Umum Ketua Umum Indonesian Lightwood Association (Ilwa) Sumardji Sarsono optimistis dengan modal tersebut Indonesia bisa merajai ekspor produk kayu ringan.

"Target kami pada 2025 bisa. Memang harus bertahap, yang penting sekarang kami sudah memulai," ujarnya di sela-sela 3rd Indonesia
Lightwood Cooperation Forum (ILCF) di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (19/10).

Terkait lahan, Sumardji mengatakan pemerintah memiliki program perhutanan sosial dengan target 5 juta hektare lahan tidur. Apabila 60% saja ditanami kayu sengon laut, ketersediaan bahan baku untuk ekspor sangat besar.

Sekarang ini, lanjut dia, program yang sudah terealisasi 1 juta hektare lebih dengan melibatkan para petani sekitar. Agar kayu sengon laut yang ditanam cepat besar dan dapat dipanen tepat waktu, Ilwa menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta untuk menyediakan bibit unggul.

Adapun untuk kegiatan pengolahan, Ilwa menjalin kerja sama dengan Jerman dan Singapura. Kedua negara tersebut berpengalaman dalam mengkonstruksi kayu sengon laut menjadi berbagai produk termasuk furnitur yang memiliki kekuatan setara kayu keras.

Dengan segala upaya itu, Sumardji optimistis Indonesia bisa memperluas pemasaran. Selain Tiongkok, Vietnam, dan Filipina, ke depan produk kayu ringan Indonesia juga diharapkan menembus pasar Jerman, Belgia, dan Prancis.

"ILCF 2018 ini diharapkan menjadi ajang tukar pengalaman terkait peluang inovasi produk dan pasar baru produk kayu ringan," kata Sumardji.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka pembentukan Indonesian Timber Council (ITC). Tujuannyauntuk mempromosikan pembangunan dan pertumbuhan industri perkayuan di Indonesia dengan mengkonsolidasikan asosiasi-asosiasi produk kayu nasional.
 
Ada tujuh asosiasi yang tergabung dalam penandatanganan pembentukan ITC tersebut. Keetujuh asosiasi yaitu Ilwa, International Solid Waste Association (ISWA), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), serta Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

Selain itu ada pula kalangan akademisi yang diwakili oleh Instiper Yogyakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB), serta lembaga internasional Fairventures. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya