Jumat 19 Oktober 2018, 01:15 WIB

Empat Tahun Reformasi Total Koperasi

E-2 | Ekonomi
Empat Tahun Reformasi Total Koperasi

Ist

 

SEJALAN  dengan program Presiden dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, maka koperasi memiliki peran yang strategis. Pertumbuhan ekonomi bisa saja tercapai, tapi belum tentu terjadi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Solusi yang tepat untuk melakukan
pemerataan pendapatan tersebut adalah melalui koperasi.

Guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan Reformasi Total Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan. Reorientasi koperasi mengubah paradigma pemberdayaan koperasi kepada kualitasnya, bukan lagi pada kuantitas koperasi.

Oleh karena itu, koperasi beserta para Pembina koperasi di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota mulai menggerakkan pembangunan koperasi yang berkualitas, dari
aspek kelembagaan, usaha dan keuangannya. Rehabilitasi koperasi yang dimulai dengan membuat database koperasi di seluruh Indonesia sebagai dasar untuk pembenahan koperasi.  

Dari keseluruhan jumlah koperasi sebanyak 212.570 unit koperasi pada tahun 2014 saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi. Dimana sebanyak 80.008 koperasi telah
melaksanakan RAT dan yang belum melaksanakan RAT sebanyak 72.706. Sebanyak 40.013 telah dibubarkan dan sisanya sebanyak 19.843 koperasi dalam tahap kurasi dan rekonsiliasi data. Saya meminta kepada para Gubernur, Bupati, Walikota dan seluruh Gerakan Koperasi untuk mendorong koperasi melakukan RAT, sehingga semua koperasi menjadi sehat, “papar Puspayoga.”

Pengembangan, yakni meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh serta setara dengan badan usaha lainnya melalui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM, Kelembagaan, Pembiayaan, Pemasaran dan Kemajuan Teknologi.

Contoh koperasi masuk bursa efek, koperasi sebagai penyalur KUR dan memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sementara untuk memperkuat UMKM dan koperasi, pertama pemerintah mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM, dengan menurunkan suku Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 22 persen tahun 2014 menjadi 9 persen dan mulai 1 Januari 2018 menjadi 7 persen.

Kedua, menurunkan pajak UMKM. Pemerintah telah menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) final Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi dari 1 persen menjadi 0,5 persen mulai 1 Juli 2018. Subjek pajak yang terkena PPh final 0,5 persen adalah Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan Usaha termasuk koperasi yang memiliki penghasilan bruto (omzet) tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam satu tahun.

Setelah empat tahun Reformasi Total Koperasi, telah berhasil meningkatkan PDB koperasi terhadap PDB nasional. PDB koperasi sampai tahun 2014 sebesar 1,71 persen kemudian meningkat tajam pada tahun 2017 menjadi 4,48 persen. Rasio Kewirausahaan juga mengalami peningkatan tajam, pada tahun 2014 sebesar 1,65 persen meningkat menjadi 3,1 persen pada tahun 2016.


Koperasi-koperasi Besar di Era Reformasi Total Koperasi

Setelah empat tahun reformasi total koperasi berjalan sudah membuahkan hasil. Dapat dilihat sangat banyak koperasi yang berhasil bertransformasi hingga menjadi badan usaha berdaya saing tinggi, antara lain Kospin Jasa,

Kisel, Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), dan Koperasi BMT Sidogiri. Koperasi-koperasi ini mampu menjadi koperasi yang sehat dan professional dan mencetak omzet hingga triliunan rupiah. Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan berbagai upaya-upaya pengembangan usaha dilakukan pemerintah agar koperasi menjadi mandiri. Koperasi sudah harus mampu menghadapi kompetisi, sebab saat ini bukan lagi era subsidi atau bantuan sosial.

Koperasi yang menjalankan usaha secara profesional dan berkualitas lah yang akan mampu bertahan dalam persaingan.


Kospin Jasa

Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah merupakan koperasi pertama sebagai penyalur KUR. Kospin Jasa juga menjadi koperasi pertama yang berhasil mencatatkan anak usahanya PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah) di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2017.

Ketua Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid mengatakan reformasi total koperasi yang dijalankan oleh Kementerian Koperasi dan UKM hasilnya sudah terlihat sekarang. “Koperasi yang bagus tambah banyak karena sekarang yang ditekankan adalah kualitas koperasi bukan lagi kuantitas,” kata Andi.

Andi mengharapkan reformasi total koperasi tidak berhenti karena koperasi harus terus melakukan perbaikan. Koperasi yang sudah bagus, perlu meningkatkan kualitasnya lagi sedangkan yang belum baik harus menjadi koperasi yang berkualitas.

Koperasi sudah memasuki usia 44 tahun ini mampu membukukan SHU sebesar Rp 47,646 miliar. Kospin Jasa Pekalongan memiliki kantor cabang dan cabang pembantu sebanyak 110 unit dan  tujuh unit anak perusahaan.


Koperasi Kisel

Koperasi Karyawan Telkomsel (Kisel) yang merupakan contoh koperasi modern yang telah memiliki 5 anak perusahaan bergerak di 3 sektor bisnis utama, yakni Sales & Channel, General Services, dan Telco Infrastructure Services. Kisel telah membuka 11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang.

Kisel membukukan omzet Rp 6,4 triliun dan total set Rp 1,09 triliun tahun 2017 dan membagikan SHU Rp 63,7 miliar. Kisel mampu menunjukkan prestasi sebagai koperasi besar
dunia di urutan 128, naik dari dua tahun sebelumnya yang berada di urutan 300-an. Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menilai dengan prestasi Kisel selama ini sudah layak untuk mencatatkan saham di bursa saham. Ini menunjukkan Kisel tumbuh menjadi salah satu koperasi terbaik yang mampu bersaing dengan swasta besar.

Ketua Pengurus Kisel Suryo Hadiyanto mengapresiasi kebijakan reformasi total koperasi yang telah melakukan pendampingan dan membuat koperasi menjadi lebih produktif yang siap memasuki industri 4.0.

“Sesuai dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM, Kisel juga merencanakan anak-anak usaha untuk melantai di bursa saham jika disetujui rapat anggota. Kami ingin berkembang menjadi koperasi yang efisien dan kokoh menghadapi perkembangan di masa depan,” kata Suryo.


Koperasi Warga Semen Gresik

KWSG atau Koperasi Warga Semen Gresik adalah salah satu koperasi yang berkembang menjadi lembaga multibisnis. Saat ini KWSG memiliki berbagai unit bisnis, pabrik fiber cement “Gress Board”, Ritel & Resto, Unit Simpan Pinjam, Perdagangan Umum, Ekspedisi dan Perdagangan Bahan Bangunan. Tahun 2017, KWSG mencatatkan pendapatan Rp 2,5 triliun dengan total aset Rp 1,2 triliun serta membagikan SHU Rp 7,4 miliar.

Ketua Pengurus KWSG Rudi Rianto Setiawan mengatakan reformasi total koperasi mendorong koperasi sangat kompetitif, berperilaku modern namun tidak meninggalkan prinsip-prinsip koperasi. Melalui reformasi total koperasi, menegakkan tujuan utama
berkoperasi yaitu mencapai kesejahteraan anggota. Koperasi harus mengelola usahanya dalam sistem bisnis di era sekarang, yakni kompetensi SDM, dukungan IT dengan tata kelola usaha secara transparan, efisien dan efektif.

Koperasi juga tidak bisa dikelola secara part-time. Pengelola koperasi harus memiliki kemampuan lebih karena karakter lembaga koperasi jauh lebih rumit dari perusahaan swasta.


BMT Sidogiri

Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS) BMT UGT Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur lahir dari
lingkungan pondok pesantren namun mampu membuktikan kinerja unggulnya dalam mengelola bisnis. Koperasi BMT Sidogiri berhasil mencatatkan rekor omzet hingga Rp 19 triliun.

Koperasi memiliki anggota lebih dari 16.647 orang dan sudah mempunyai 278 kantor cabang di Indonesia dan menembus pasar di luar negeri dengan membangun satu kantor cabang di Malaysia. Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga juga terkesan dengan kinerja Koperasi BMT Sidogiri dan menilai koperasi telah aktif mengentaskan kemiskinan karena dapat mengurangi jumlah pengangguran sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)KH Ma’ruf Amin saat RAT Koperasi BMT Sidogiri Februari 2018 mengatakan, “koperasi dapat menjalankan peran sebagai pemutus mata rantai kesenjangan di kalangan masyarakat”.

Masih banyak koperasi lain yang berhasil mencapai performa kinerja usaha sangat baik sekaligus menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian. Kemenkop dan UKM berkomitmen terus menjalankan Reformasi Total Koperasi sehingga koperasi menjadi lembaga bisnis yang dikelola secara profesional seperti usaha swasta atau BUMN. Dengan strategi
ini koperasi bisa tetap eksis di masa depan dan meningkatkan kontribusinya bagi pendapatan negara.

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Inflasi Beras Mulai Melemah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:54 WIB
Badan Pusat Statistik melaporkan adanya pelemahan inflasi pada komoditas beras. Inflasi beras pada November 2022 tercatat 0,37%, lebih...
Dok.BCA

BCA Luncurkan Reksa Dana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:45 WIB
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) bersama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menawarkan reksa dana pendapatan tetap Manulife...
Antara/Yulius Satria Wijaya.

Sejarah Harbolnas serta Tips untuk Penjual dan Pembeli

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:32 WIB
Hari diskon besar-besaran ini sering disebut dengan Hari Belanja Online Nasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya