Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Asian Games 2018: Turis Tiongkok Terbanyak, India Terlama

Yanurisa Ananta
16/10/2018 19:00
Asian Games 2018: Turis Tiongkok Terbanyak, India Terlama
(ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

BERDASARKAN hasil studi dampak ekonomi Asian Games 2018, wisatawan asing yang menyerbu Indonesia karena daya tarik ajang tersebut paling banyak berasal dari Tiongkok sebanyak 10.375 orang. Kemudian, disusul Jepang 10.038 orang dan Korea 7.443 orang.

Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan itu dalam Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (16/10).

Bila dilihat dari lamanya kunjungan, wisatawan India terlihat paling betah. Rata-rata wisatawan India menginap di Jakarta selama 17 hari, wisatawan Tiongkok selama 16 hari, dan Belanda selama 15 hari. Wisatawan dari Belanda menjadi anomali lantaran tidak ada atlet Belanda yang turut bertanding dalam Asian Games 2018.

“Ini adalah orang Indonesia yang kebetulan tinggal di Belanda kemudian merasa ada event besar, sehingga dia ingin nonton. Kenapa kita tahu? Karena masih nomor Belanda,” tutur Bambang.

Diketahui pula, wisatawan mancanegara selama Asian Games kebanyakan mengunjungi wisata di Kota Bandung, Banyuasin, dan Pontianak. Namun, setelah Asian Games kebanyakan wisatawan mengunjungi Kabupaten Badung, Bali dan Batam.

Kebanyakan wisatawan yang melakukan perjalanan wisata diketahui berasal dari Tiongkok, Arab Saudi, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Wisatawan domestik jauh lebih antusias. Terbanyak berasal dari Jabodetabek yang tercatat sebanyak 1,4 juta lebih. Kemudian disusu dari Jawa Barat 85.359 orang, dan Sumatra Selatan 65.999 orang.
 
Menurut Bambang kajian tersebut mengandalkan big data dengan menggunakan mobile positioning data (MPD) Telkomsel. Dengan menggunakan MPD pergerakan orang bisa terlacak sehingga menghasilkan angka yang akurat.

“Ke depan lama kelamaan kami akan lebih banyak mengandalkan Big Data. Sekarang mungkin belum sempurna tapi sudah mampu memberikan tambahan info. Misalnya, kita bisa tahu wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari mana,” tutur Bambang. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya