Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ekonom Minta Asumsi Kurs Rupiah Jangan Pesimistis

Nur Aivanni
16/10/2018 18:40
Ekonom Minta Asumsi Kurs Rupiah Jangan Pesimistis
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

EKONOM BCA David Sumual menilai asumsi nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 memang harus dinaikkan dengan melihat situasi perekonomian global saat ini. Ia pun menyebut angka yang tepat adalah di kisaran 15.000-15.500 per dolar AS.

"Sedikit konservatif enggak ada masalah. Di atas 15 ribu malah cukup bagus, tapi jangan terlalu pesimistis, misalnya di atas 16 ribu atau di atas 15.500," ujar David kepada Media Indonesia, Selasa (16/10).

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah sebesar 15.000 dalam RAPBN 2019. Asumsi tersebut diambil dari proyeksi Bank Indonesia yang memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran 14.800-15.200 per dolar AS tahun depan.

Asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 harus dinaikkan, terang David, juga lantaran tahun depan tekanan dari eksternal masih belum reda. Pasalnya, bank sentral Amerika masih akan menaikkan suku bunga dan perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok pun masih akan berlangsung.

"Terus harga minyak, kalau harga minyaknya masih tinggi. Artinya subsidi kita masih akan tinggi ke depan dan kurs masih dalam tekanan," pungkasnya. (A-2)

Berita terkait: Pemerintah Usulkan Asumsi Kurs Rupiah Rp15.000 di RAPBN 2019



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya