Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan bahwa banyak hal yang telah dilakukan Indonesia sejak krisis 1998. Pemerintah, katanya, sudah melakukan reformasi kebijakan di sektor perbankan hingga moneter.
"Reformasi di sektor perbankan, itu sudah kita bisa lakukan misalnya terkait fit and proper buat manajemen bank, yang sekarang dialihkan dari BI ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Tentang fiskal, sekarang sudah ada pembatasan bagaimana fiskal defisit, bagaimana utang pemerintah terhadap GDP (produk domestik bruto)," kata Mirza saat ditemui dalam peluncuran buku Realizing Indonesia's Economic Potential di Ruang Serbaguna Gedung B Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (4/10).
Terkait kebijakan moneter, sambungnya, saat ini sudah independen jika dibandingkan dengan dahulu yang pengelolaannya masih di bawah koordinasi pemerintah. "Makanya, kebijakan moneter sekarang itu independen, demi kebaikan dan stabilitas," ujar Mirza.
Kendati sudah melakukan reformasi kebijakan dalam kurun waktu 20 tahun ini, Mirza mengakui masih ada hal-hal yang harus diperbaiki. "Apa hal yang masih perlu menjadi pekerjaan rumah kita, yaitu permasalahan current account deficit (CAD). Itu permasalahan yang belum kita selesaikan," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa transaksi berjalan pernah tercatat surplus dalam periode 2000-2010. "Tapi sekarang sejak 2011 kita kembali mengalami problem CAD, seperti yang kita alami sebelum tahun 1998. Itu yang membuat suplai valas di Indonesia selalu kurang," ungkapnya.
Jika suplai valas defisit, kata Mirza, itu akan ditutup dari penanaman modal asing (PMA) dan portofolio yang masuk. "Maka penting sekali kita harus PMA friendly."
Selain itu, penting juga untuk menunjukkan kepada investor bahwa pemerintah mengelola ekonominya dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Mission Chief for Indonesia and Book Editor Luis Breuer mengatakan bahwa ada tiga pesan yang ingin disampaikan melalui buku yang berjudul Realizing Indonesia's Economic Potential. Pertama, Indonesia telah membuat kemajuan yang signifikan baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan memperkuat ketahanan selama 20 tahun ini.
Kedua, adanya perubahan lanskap ekonomi dengan menyoroti beberapa tantangan jangka pendek dan menengah. Ketiga, Indonesia perlu memodernisasi kerangka kebijakan dan menerapkan reformasi yang kritis untuk mencapai kesejahteraan dan lebih meningkatkan ketahanan ekonomi. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved