Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

RI Harus Memanfaatkan Sengketa AS-Tiongkok untuk Menarik Investasi Asing

Fetry Wuryasti
20/9/2018 15:05
RI Harus Memanfaatkan Sengketa AS-Tiongkok untuk Menarik Investasi Asing
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah(ANTARA/Muhammad Adimaja)

NILAI tukar rupiah pada perdagangan sesi I Kamis (20/9) menunjukkan penguatan sebesar 30 poin (+0,2%) dari penutupan sebelumnya di level 14.875 per dolar AS, merujuk pada Bloomberg.

Survei Bloomberg pun menyebutkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat akan merelokasi basis produksi dari Tiongkok. Mereka mempertimbangkan Asia Tenggara di bagian atas daftar.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan Indonesia harus memanfaatkan kondisi tersebut untuk menarik investasi langsung dari asing (foreign direct investment/FDI).

"Indonesia harus menyikapi sengketa dagang AS-Tiongkok sebagai kesempatan menarik FDI. Thailand, Malaysia , dan Vietnam melihat lebih siap," ujar Nanang melalui pesan singkat, Kamis (20/9).

Imbal hasil atau imbal hasil US Treasury 10 tahun tembus 3% dan berada di 3,06%. Hal itu disertai kenaikan harga saham di AS. Namun kenaikan imbal hasil tersebut tidak lagi menjadi penopang dolar AS seperti Mei-Juni lalu.

"US dolar index (DXY) turun ke 94,526. Kenaikan US Treasury juga tidak memicu risk aversion (investor yang menghindari risiko) seperti Mei-Juni lalu," tutur Nanang. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya