Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IA-CEPA jadi Angin Segar bagi Indonesia

Andhika Prasetyo
07/9/2018 21:20
IA-CEPA jadi Angin Segar bagi Indonesia
(ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

PERJANJIAN Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) bagaikan angin segar bagi Indonesia di tengah panasnya situasi perdagangan dunia saat ini.

Dengan kesepakatan itu, kedua negara akan mendapatkan kepastian perdagangan tanpa takut dihantui adanya manuver-manuver yang dilakukan salah satu pihak hingga akhirnya merugikan pihak yang lain.

"Ini adalah momentum yang sangat tepat. Ketika kondisi perdagangan dunia sedang tidak stabil, Indonesia bisa merampungkan perjanjian kerja sama dengan Australia, negara maju di kawasan," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengungkapkan Economic Powerhouse di kantornya, di Jakarta, Jumat (7/9).

Ketika substansi IA-CEPA dirampungkan dan ditandatangi oleh kedua belah pihak di Bogor, Iman mengatakan pihaknya tengah mengikuti acara the 6th RECP Ministerial Meeting di Singapura.

Lantas, rampungnya IA-CEPA pun menjadi buah bibir dalam acara tersebut."Ketika IA-CEPA ditandatangani di Bogor (pekan lalu), saya sedang di Singapura. Sontak itu menjadi perbincangan dan stimulus bagi semua pihak di sana. Menjadi injeksi agar semua pihak dapat bekerja sama di tengah situasi seperti ini," tutur Iman.

Perjanjian kerja sama ekonomi itu pun menjadi modal penting bagi Indonesia untuk dapat merampungkan kesepakatan-kesepakatan lainnya seperti EU-CEPA, RCEP dan beberapa lainnya.

"Ini adalah kerja sama penting. Ketika Australia sepakat, berarti mereka melihat Indonesia sebagai negara yang sangat potensial dan penilaian itu bisa menular ke negara lain," tandas Iman. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya