Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Indonesia Bidik Ekspor Mobil Hybrid Listrik ke Australia

Andhika Prasetyo
07/9/2018 18:35
Indonesia Bidik Ekspor Mobil Hybrid Listrik ke Australia
(MI/CRI CANON RIA DEWI )

INDONESIA menyasar Australia sebagai pasar utama mobil hybrid (hibrida) dan listrik. Potensi tersebut muncul seusai rampungnya perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pekan lalu.

Bukan tanpa alasan, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini melihat potensi itu dari negara tetangga Thailand. 'Negeri Gajah' Putih itu memiliki perkembangan pasar otomotif yang besar di Australia pascakesepakatan bilateral yang sama.

Kendati belum memiliki target angka, Iman optimistis Indonesia akan memiliki pangsa pasar yang tidak kalah besar dari Thailand.

Dengan beresnya IA-CEPA, pemerintah Australia bakal memberikan kemudahan ekspor mobil hibrida dan listrik berupa ketentuan asal barang berupa change in tariff heading (CTH), qualifying value content (QVC) 35% atau built in Indonesia from a complete knock down kit untuk mobil listrik dan hibrida.

Dengan masuknya produk otomotif tanah air ke Australia, Ni Made berharap produk tersebut juga dapat diterima negara-negara commonwealth dan pasar dunia lainnya.

"Kalau kita bisa masuk ke Australia, diharapkan bisa juga masuk ke negara commonwealth lain karena mereka memiliki standar yang hampir sama," ujar Ni Made di kantornya, Jakarta, Jumat (7/9).

Ke depannya, ekspor otomotif diharapkan bisa memperkecil defisit perdagangan antara Indonesia dan Australia. Adapun berdasarkan data Kementerian Perdagangan, defisit neraca perdagangan antara kedua negara pada Januari-Mei 2018 mencapai US$757,9 juta. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya